Membangun Nurani lewat Seni Panggung 118 Siswa Bellarminus Jakarta Bekasi, Gelar Drama Musika Jujur Itu Cinta.

Jakarta News Viralkata.

Panggung Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, menjadi saksi bisu kebangkitan pesan moral dan empati sosial yang digelorakan generasi muda. Pada Minggu (27/9/2026), ratusan siswa lintas jenjang dari SD, SMP, hingga SMA Santo Bellarminus cabang Jakarta dan Bekasi sukses memukau publik dalam pertunjukan drama musikal bertajuk “Jujur Itu Cinta”.

Pementasan megah yang digelar oleh Ikatan Alumni Santo Bellarminus ini berlangsung dalam dua sesi—pukul 13.00 WIB dan 19.00 WIB—sebagai penanda napak tilas 71 tahun kiprah Yayasan Santo Bellarminus dan 34 Tahun Bellarminus Bekasi di dunia pendidikan Indonesia.

Kolaborasi Lintas Generasi dan Batas Wilayah

Pertunjukan akbar ini melibatkan 118 siswa yang merajut sinergi secara intensif sejak Agustus 2026. Pembagian peran digarap secara presisi: siswa SMA Santo Bellarminus Jakarta mendalami kekuatan akting dan ketajaman dialog, sementara siswa SD dan SMP Santo Bellarminus Bekasi memimpin estetika koreografi tarian serta olah vokal.

Sutradara pementasan, Paulus, mengungkapkan bahwa proses kreatif ini membuktikan dedikasi tinggi seluruh elemen yang terlibat meski dihadapkan pada keterbatasan waktu.

“Kami memanfaatkan waktu efektif latihan selama dua bulan untuk menyelaraskan 118 siswa dari dua cabang. Keterbatasan waktu tidak memadamkan kualitas estetika panggung,” tegas Paulus.

Narasi Gugatan Moral: Antara Skandal, Kejujuran, dan Kemanusiaan

Naskah “Jujur Itu Cinta” menghadirkan alur cerita yang menyentuh realitas sosial. Mengisahkan perjalanan tokoh Bellar, seorang siswa yang memilih mundur dan mengasingkan diri dari panggung sekolah setelah sang ayah terseret skandal nasional terkait bencana banjir di Sumatra.

Namun, dinamika persahabatan, keteguhan sikap, dan simpati dari teman-temannya perlahan menyadarkan Bellar untuk bangkit. Ia memilih menyuarakan kejujuran dan mengalihkan pementasan seni tersebut menjadi gerakan kepedulian nyata: aksi penggalangan dana bagi korban bencana alam di Sumatra dan Kalimantan.

Perwakilan Ikatan Alumni Santo Bellarminus menegaskan bahwa naskah ini dirancang untuk menyentuh kesadaran kolektif masyarakat.

“Drama musikal ini tidak sekadar menghadirkan hiburan visual, tetapi membawa misi pesan moral yang kuat. Melalui dialog cerdas dan ekspresi seni, para siswa mengajak penonton untuk terus merawat rasa empati dan kepedulian sosial terhadap sesama,” ungkapnya di sela pementasan.

Komitmen Berkelanjutan Melalui Bellshow Musical

Keberhasilan pementasan ini tidak berhenti sebagai perayaan satu malam. Pihak penyelenggara secara resmi mengumumkan komitmen mereka untuk menjadikan pementasan seni serupa sebagai agenda rutin berkala di bawah tajuk Bellshow Musical.

Langkah strategis ini menjadi pembuktian konsisten Yayasan Santo Bellarminus dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga berkarakter jujur, berani membela kebenaran, serta peka terhadap penderitaan sesama.

Seni panggung pada akhirnya kembali pada marwah tertingginya: bukan sebatas tontonan pemanja mata, melainkan tuntunan moral yang mengetuk nurani manusia. Di tengah krisis keteladanan, anak-anak muda Santo Bellarminus telah membuktikan bahwa kejujuran adalah bentuk tertinggi dari cinta, dan dari atas panggung TIM, cahaya empati itu berhasil dinyalakan secara paripurna.

)***PRAY

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *