JEMBER – Mengawali pagi Jum’at 5 Maret 2021, Bupati-Wakil Bupati Jember, H. Hendy Siswanto-Gus Firjaun menghadiri undangan kegiatan serah terima Jabatan(Sartijab) Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember di Gedung Kejaksaan Negeri Jember.

Kehadiran Bupati Wakil Bupati Jember yang punya taq line ” Wes Wayahe Mbenahi Jember” ini hadir dengan mengenakan busana ala santri,berbaju koko, memakai sarung lengkap dengan kopyahnya menyejukkan Setiap mata memandang, bahkan tidak hanya Bupati-Wakil Bupati yang berpakaian ala santri, para protokol dan ajudan juga mengenakan pakaian ala santri.
Awak media pun cepat-cepat mengarahkan bidikan cameranya kearah Bupati-Wakil Bupati yang sedang melihat-lihat seputar lingkungan Kejaksaan yang didampingi mantan Kajari Jember.
Meski kegiatan sartijab dilaksanakan tertutup untuk awak media, pihak Kejaksaan Negeri Jember memberikan waktu untuk wawancara usai kegiatan sartijab dilaksanakan. Setelah menunggu hingga acara yang berlangsung diatas selesai dan melihat kemunculan Bupati-Wakil Bupati di loby, rakan-rakan wartwan langsung merapat.

Terlihat Bupati-Wakil Bupati diajak berkeliling oleh Prima, melihat-lihat fasilitas yang disediakan oleh Kejaksaan Negeri Jember, kepada media Bupati Hendy menyampaikan, kami Pemerintah Kabupaten Jember mengapresiasi sekali atas prestasi yang di raih Kejaksaan Negeri Jember sepanjang kepimpinannya.
“Kami sangat berterima kasih sekali atas semua yang sudah dilakukan oleh Uda Prima Idwan Mariza selama memimpin Kejaksaan Negeri Jember. Bukti dari prestasi yang diraih, beliau mendapatkan promosi Jabatan menjadi Asdatun di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, kita berharap beliau bisa kembali lagi ke Jawa Timur nantinya,” ungkapnya
Kepada Abang Zulfikar Tanjung, tentu mempunyai tugas besar ke depan, kita berharap bagaimana Kejaksaan Negeri Jember bisa bersinergi kedepanya.
” Mari kita bersama-sama membagun Jember ke depan menjadi kebih baik,” jelentrehnya.
Menyentuh soal kenapa Bupati-Wakil Bupati serta banyak pegawai Pemda hari ini menggunakan sarung ?. Ini kan hari Jum’at, dan sarung ini bagian untuk menekan orang berbuat jelek. Minimak dia malu dengan pakaiannya.
“Baru saja kita saling berkenalan, kedepan kita akan jalin komunikasi yang lebih bagus lagi dan terbuka, saling menyampaikan persoalan dan mohon bantuan untuk itu,” pungkasnya.
Dikesempatan yang lain, Kajari Jember, Zulfikar Tanjung yang baru melakukan sartijab, ketika ditanya kaitan dengan Jaksa sebagai pengacara Negara” ya kita akan lihat kebutuhannya, bisa juga pasif dan juga aktif,” tuturnya.
Kita akan lihat nanti seperti apa kebutuhan masyarakat, yang saya maksud dengan kata pasif tadi bisa masyarakat datang kesini, kita layani, dan juga masyarakat melalui kepala Desa atau Lurah mengundang kami, jaksa akan hadir ditengah-tengah masyarakat.
“Siapapun yang ingin berkonsultasi, baik itu masyarakat, pejabat atau Bupati yang ingin berkonsultasi hukum mengenai kebijakan kami Wellcome,” pungkapnya.(Lik)






