Opini Lilis Styaningsih S.Pd. – Guru Bahasa Inggris SMPN 13 Jember.
Halo generasi muda penerus bangsa. Bagaimana kabarnya? Semoga kita semua dalam keadaan sehat ya.
Sekolah adalah tempat seseorang menuntut ilmu dan belajar. Keberadaan sekolah merupakan hal yang wajib dirasakan oleh semua orang, sesuai dengan kebijakan pemerintah yang mewajibkan belajar 12 tahun.
Nah, yang akan menjadi topik kita kali ini adalah kemanakah tujuan-tujuan yang diambil seseorang ketika sudah menyelesaikan kewajiban sekolah?
Pertanyaan di atas seolah menjadi momok menakutkan bagi sebagian besar siswa yang sedang mengenyam pendidikan di bangku akhir. Para siswa tersebut dituntut harus sudah menemukan keputusan kemanakah arah masa depan mereka setelah lulus dari sekolah. Secara umum, ada empat pilihan yang dipilih seseorang ketika sudah menyelesaikan kewajiban sekolah yaitu; melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi, mengikuti kursus atau pelatihan, langsung terjun ke dunia kerja/usaha, dan mencoba mengadu nasib untuk masuk kedinasan.
| Melanjutkan Pendidikan Ke Perguruan Tinggi
Dari empat pilihan di atas, melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi merupakan pilihan yang paling banyak dipikirkan oleh siswa di Indonesia. Namun, keberadaan kuota yang terbatas, membatasi niat para siswa tersebut. Perguruan tinggi tidak dapat menampung seluruh tamatan siswa Indonesia dari tahun ke tahun. Di sisi lain, keterbatasan ekonomi keluarga juga menjadi penyebab atau masalah seseorang mengurungkan niat untuk melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi.
Perguruan tinggi yang tepat bukan berarti yang mahal dan terkenal, namun yang sesuai dengan minat, kemampuan akademis, serta kondisi sosial ekonomi, disamping kredibilitas dari perguruan tinggi yang bersangkutan. Dibawah ini akan dikemukakan berbagai informasi mengenai perguruan tinggi. Simaklah informasi tersebut dengan baik. Beberapa hal yang harus diperhatikan saat memilih perguruan tinggi, di antaranya:
• Fokus keinginan primer ; yaitu pertimbangan cita-cita primer pasca lulus seperti : apakah kebutuhan ekonomis, hasrat belajar dalam bidang sains murni, atau menjadi budayawan, politikus, pengacara, pengusaha, dan lain-lain.
• Fokus bakat ; apakah teknik, social-humaniora, kedokteran, bisnis, argrobisnis, dan lain-lain
• Fokus Penjurusan Bidang Studi ; Penentuan jurusan/bidang studi harus diprioritaskan terlebih dahulu sebelum menentukan Perguruan Tinggi yang dipilih. Jurusan /program studi terkait dengan kesuksesan studi dan cita-cita serta bakat yang dimiliki sedangkan perguruan tinggi cenderung berkaitan dengan pilihan tempat dan kemampuan finansial/keuangan.
• Fokus kemampuan ; Baik kemampuan akademik maupun non akademik, termasuk di dalamnya daya dukung ekonomi keluarga sekalipun. Misalnya, fakultas kedokteran memang jurusan yang menjanjikan, tapi ingat masa studi rata-ratanya mencapai 6-7 tahun dan biaya praktikum relatif lebih mahal. Jika daya dukung ekonomi orang tua pas-pasan, tentu akan mendapat banyak masalah, lain cerita jika orang tua anda mampu untuk membiayainya.
Mengikuti kursus atau pelatihan
Kursus merupakan Satuan pendidikan luar sekolah yang terdiri atas sekumpulan warga masyarakat yang memberikan pengetahuan, keterampilan dan sikap mental tertentu bagi warga belajar, misalnya : kursus komputer, kursus menjahit
(PP No.73 thn 1991)
Pelatihan Kerja : Keseluruhan kegiatan untuk memberi, memperoleh, meningkatkan serta mengembangkan keterampilan atau keahlian, produktivitas, disiplin, sikap dan etos kerja
pada tingkat keterampilan dan keahlian tertentu sesuai dengan jenjang dan klasifikasi jabatan atau pekerjaan baik di sektor formal maupun sektor non formal (Kep.30/Men/99).
Pada dasarnya antara pendidikan dan pelatihan memiliki substansi yang sama yaitu proses transformasi untuk meningkatkan pengetahuan, keahlian, kompetensi dengan suatu cara/metode tertentu dan ditempat tertentu. Kalau pendidikan formal adanya di Sekolah atau Perguruan
Tinggi sedangkan Pelatihan adanya di tempat Kursus atau Diklat – diklat di Lembaga yang telah memiliki legalitas. Pendidikan dengan pelatihan merupakan suatu rangkaian yang tak dapat dipisahkan dalam sistem pengembangan sumberdaya manusia, yang di dalamnya terjadi
proses perencanaan, penempatan, dan pengembangan tenaga manusia.Tujuan yang baik dalam
sebuah training adalah memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu (doing something), bukan memiliki kemampuan untuk mengetahui sesuatu (knowing something).
Perbedaan utama dari Training dan Pendidikan terletak pada beberpa hal, yaitu: waktu (training dalam jangka waktu singkat, sedangkan pendidikan lebih lama), bidang kajian (training spesifik, pendidikan lebih luas), dan tujuan (training untuk meningkatkan kinerja/skill tertentu yang langsung diterapkan dalam pekerjaan, sedangkan pendidikan lebih umum dan
menyeluruh). Training lebih menekankan learning by doing dan penguasaan secara parsial, sedangkan pendidikan lebih berupa penambahan pengetahuan secara keseluruhan, penanman konsep serta pembentukan pola pikir dan pola sikap.
| Langsung Terjun ke Dunia Kerja/Usaha
Langsung terjun ke dunia kerja/usaha bukanlah ide yang buruk. Pilihan ini tak jarang menjadi alternatif seseorang yang ingin tetap mengenyam bangku pendidikan namun terkendala biaya. Tetapi disisi lain, pilihan ini juga dipilih karena keterbatasan ekonomi keluarga. Seseorang memutuskan berkerja untuk membantu perekonomian keluarganya daripada menjadi beban keluarga.
| Mencoba Mengadu Nasib Untuk Masuk Kedinasan
Pilihan ini tak kalah saing dengan melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi. Peminat untuk masuk kedinasan menjadi tinggi karena ada beberapa hal yang spesial disediakan ketika kamu masuk ke sana, seperti; pendidikan yang digaji, adanya pekerjaan yang memadai sesudah selesai pendidikan, dll.
Kedinasan yang paling sering didengar adalah polisi, TNI, bea cukai, dll.
Jadi, kemanakah tujuan kalian setelah menyelesaikan kewajiban sekolah? Silakan menentukan mulai sekarang. (**)










