
JEMBER – Semangat yang tinggi dan pantang menyerah yang dimiliki oleh para petani tembakau di Kabupaten Jember menjadi keunikan tersendiri, mendadak jadi orang kaya baru (OKB) atau terpaksa harus ngangkat koper merantau jauh karna bangkrut menjadi cerita-cerita dan kisah nyata dikalangan petani tembakau, kendati demikian semangat untuk tetap menanam tembakau yang diistilahkan daun emas ini tidak pernah luntur dari para petani tembakau tangguh ini. 09/02/2021
Naik Haji, bangun rumah, beli kendaraan roda dua dan roda 4 secara tunai di desanya menjadi tumpuan para pedagang berbagai jenis barang kebutuhan bukanlah sesuatu yang wow bagi kebanyakan warga desa yang menekuni pertanian tembakau ini, itu menjadi hal bisa tatkala harga tembakau sedang memihak kepada petani, untuk mendapatkan 100 juta mereka cukup menanam 1 hektar tembakau, ini yang banyak dirasakan oleh para petani tembakau selama ini.
“Mas bisa lihat deretan rumah yang ada di pinggir jalan desa kami ini, rumah-rumah yang bagus ini adalah hasil dari bertani tembakau, bahkan kalau harga tembakau memihak ke petani, dealer itu antri menawarkan kendaraannya di desa kami ini”, ujar beberapa warga kepada media ini.
Bahkan apa yang disampaikan warga di desa ini diamini oleh sang kepala desa ketika wartawan ini mencoba mendapatkan informasi lebih lanjut terkait potensi pertanian tembakau di desa ini.
Ahmad Kholili, Kepala Desa Bagon Kecamatan Puger Jember yang juga seorang petani tembakau ini begitu bersemangat membeberkan berbagai potensi pertanian di desanya, khususnya pertanian tembakau yang banyak digeluti warganya secara turun temurun. “Bertani tembakau bagi kami bukan sekedar hobi, bertani tembakau menjadi harapan besar bagi kebanyakan warga menggapai mimpinya, kami sudah sering merasakan manisnya menjadi petani tembakau, jadi kalau rugi 1 hingga 3 kali biasa, satu kali untung sudah bisa menutupi kerugian yang ada,” ujar Kades.
Di akui olehnya bahwa sejah beberapa tahun ini kilauan daun emas ini jadi redup, tanaman tembakau yang dulu jadi primadona ini tidak lagi menjadi favorit bagi petani, hal ini dikarnakan banyak faktor, selain ketidak tentuan harga tembakau, kurangnya perhatian bahkan nyaris bisa dikatakan tidak ada perhatian dari pemerintah menyebabkan petani tembakau semakin terpuruk.
Kami masih berkeyakinan dan sangat optimis tembakau ini merupakan komoditi pertanian yang bisa dijadikan andalan untuk menaikkan taraf hidup masyarakat bahkan untuk PAD Jember sendiri.
“Di desa kami ini ada sekitar 250 hektar sawah yang siap ditanami tembakau, ini potensi yang luar biasa, yang terpenting bagi kami adalah kehadiran pemerintah sehingga ada kepastian dan arah yang jelas bagi para petani tembakau,” jelasnya.
Kita tahu tembakau itu kan menjadi lambang kebesaran Kabupaten Jember, bahkan tidak sedikit pabrik dan gudang tembakau berdiri di kota ini, namun sayang para petani tembakau ini sudah lama dilupakan, di lirikpun tidak, tentu ini miris sekali.
Sebagai petani tembakau yang sudah turun temurun menekuni bidang ini, saya merasakan betul kehadiran pemerintah tempo dulu, petani tidak dibiarkan sendirian, berbagai program pemerintah sampai ke petani, hal ini yang tidak lagi kami rasakan beberapsma tahun ini.
Harapan besar kami kepada Bupati – Wakil Bupati terpilih H. Hendy – Gus Firjaun bagaimana pemerintah Jember kedepan memberikan perhatian dan hadir ditengah-tengah petani tembakau ini.
Dikesempatan yang sama, sebagai kepala desa, dirinya berharap keluhan masyarakat terkait kelangkaan pupuk tidak terjadi lagi, sebagai desa yang mayoritas warganya petani, dirinya berharap sistem irigasi di desanya bisa lebih diperbaiki lagi kedepanya sehingga bisa memaksimalkan berbagai potensi pertanian yang ada di desanya.
Jalan merupakan insfrastruktur vital yang juga memerlukan perhatian pemerintah, kondisi jalan lintas desa yang ada saat ini cukup memprihatinkan. ” kami sudah melakukan pengajuan kepada pemerintah Kabupaten, semoga segera ada respon dan kondisi jalan tidak lagi dikeluhkan warga.
“Sesuai dengan jargon Bupati – Wakil Bupati terpilih “Wes Wayahe Mbenahi Jember” kami sangat berharap sekali Jember kedepan akan lebih baik dan petani tembakau akan kembali jaya ” Wes Wayahe Petani Tembakau Jaya”, Ungkapnya.
Pantauan kami di Desa Bagon Kecamatan Puger ini, begitu banyak terbagun gudang-gudang pengeringan yang jumlahnya mencapai ratusan, ini menunjukkan bahwa masyarakat di desa ini serius menjadikan pertanian tembakau sebagai andalan dan ini layak mendapat perhatian Pemerintah. (Nas)






