JAKARTA News Viralkata— Penyanyi multitalenta asal Jember, Jawa Timur, Icha Yang, semakin serius memperkuat kiprahnya di industri musik Tanah Air. Kali ini, Icha menggandeng grup band De’Jiu untuk menjelajahi lebih jauh panggung musik, khususnya melalui lagu-lagu Mandarin.
Kolaborasi Icha Yang dan De’Jiu terbilang unik. Pasalnya, Icha tidak memiliki darah keturunan Tionghoa, namun mampu membawakan sejumlah lagu Mandarin dengan fasih dan penuh penghayatan.

Pilihan tersebut sekaligus menjadi strategi Icha untuk menggarap ceruk pasar musik Mandarin di Indonesia yang dinilainya memiliki basis pendengar cukup loyal.
Pertemuan Icha Yang dengan personel De’Jiu bermula di kawasan bersejarah Kota Tua atau Beos, Jakarta. Dari pertemuan tersebut, kerja sama musik kemudian berkembang menjadi persiapan serius untuk menghadapi berbagai agenda pertunjukan.
Menariknya, dalam waktu latihan yang relatif singkat, Icha Yang bersama De’Jiu sudah mampu mempersiapkan sekitar 10 lagu Mandarin. Jumlah tersebut bahkan ditargetkan terus bertambah hingga mencapai 100 lagu Mandarin.
Icha Yang Nyaman Membawakan Lagu Mandarin
Bagi Icha Yang, pilihan untuk mengeksplorasi musik Mandarin bukan sekadar mengikuti tren. Ia mengaku merasa nyaman ketika membawakan lagu-lagu Mandarin di atas panggung.
Selain faktor kenyamanan, Icha melihat adanya peluang besar di pasar musik Mandarin Indonesia.
“Pasarnya luas, tetapi tingkat persaingannya relatif sedikit. Hal itu membuat saya jauh lebih nyaman dan percaya diri saat tampil di atas panggung,” ungkap Icha Yang di sela-sela sesi latihan di Jakarta.(20/8)
Menurut Icha, kondisi tersebut memberikan ruang baginya untuk mengembangkan karakter bernyanyi sekaligus menjangkau pendengar dari berbagai latar belakang.
Eksplorasi musik Mandarin juga menjadi salah satu pilihan Icha untuk lebih berhati-hati dalam membawakan lagu pop Indonesia komersial yang merupakan karya pencipta lain, terutama berkaitan dengan aspek hak cipta dan regulasi pertunjukan.
Meski demikian, kecintaan Icha terhadap musik Indonesia tetap kuat. Ia tetap memasukkan karya-karya bernuansa kebangsaan, termasuk lagu yang menjadi bagian dari repertoarnya seperti “Indonesia Pusaka”, dalam sejumlah penampilannya.
Chemistry Icha Yang dan De’Jiu Terbangun Cepat
Kolaborasi Icha Yang bersama De’Jiu juga mendapat respons positif dari para personel band. Karakter Icha yang fleksibel dan humoris disebut membantu proses membangun chemistry selama latihan.
De’ Jiu yang sebelumnya lebih banyak memiliki latar belakang musik pop Barat juga dituntut beradaptasi dengan karakter musik Mandarin, termasuk ritme dan cengkok vokalnya.
Namun, proses adaptasi tersebut berjalan relatif cepat.
Perwakilan De’Jiu mengatakan tidak menemukan kendala berarti selama proses latihan bersama Icha Yang.
“Sama sekali tidak ada kendala. Icha sangat cerdas dalam mengeksekusi lagu-lagu Mandarin. Yang terpenting bagi kami adalah menjaga suasana tetap enjoy dan saling mengisi kekurangan satu sama lain,” tutur perwakilan De’Jiu
Kekompakan tersebut menjadi modal penting bagi Icha Yang dan De’Jiu untuk menghadapi berbagai agenda pertunjukan yang telah dipersiapkan.
Target 100 Lagu Mandarin
Setelah berhasil menguasai sekitar 10 lagu dalam waktu latihan yang relatif singkat, Icha Yang dan De’Jiu kini memasang target lebih besar, yakni mampu menguasai hingga 100 lagu Mandarin.
Target tersebut menjadi tantangan sekaligus langkah strategis untuk memperluas repertoar pertunjukan mereka.
Kolaborasi Icha Yang dan De’Jiu diharapkan tidak hanya menjadi perpaduan musikal, tetapi juga membuka ruang bagi musik Mandarin untuk semakin diterima oleh masyarakat Indonesia.
Bagi Icha, musik merupakan bahasa universal yang mampu mempertemukan orang-orang dari latar belakang berbeda.
Melalui kolaborasi tersebut, Icha Yang dan De’ Jiu optimistis dapat terus berkembang, menghibur pencinta musik dari berbagai kalangan, serta membuktikan bahwa perbedaan bahasa dan budaya bukanlah penghalang untuk menciptakan pertunjukan yang mampu menyentuh hati pendengar Tuturnya .(PRAY)












