JAKARTA, ViralKata.com – Badan SAR Nasional (Basarnas) memastikan pesawat Lion Air JT 610 jatuh perairan Tanjung Karawang. Pihak Basarnas telah menemukan puing-puing yang diduga milik pesawat Lion Air ruter Jakarta-Pangkal Pinang yang sempat hilang kontak sekitar pukul 06.00 WIB. Dan tak ada tanda-tanda kehidupan karena posisi pesawat tenggelam di laut.
Pesawat JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang ini mengangkut 188 orang (versi Kemenhub) dan 189 (versi KNKT). Pesawat hilang kontak pukul 06.33 WIB. “Posisinya di 11 nautical mile dari posisi lost contact. Setelah kita sampai di lokasi, kita menemukan puing, pelampung, HP, ada potongan-potongan,” ujar Kepala Basarnas Marsekal Muda TNI M Syaugi di Jakarta, Senin (29/10).
Pesawat Lion Air itu dilaporkan hilang kontak usai lepas landas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta sekitar pukul 06.00 WIB. Pesawat tersebut sedianya akan mendarat di Pangkal Pinang.
Dalam keterangan tertulis yang diterima dari Basarnas, ada saksi atas nama Suyadi yang mengaku melihat pesawat Lion Air jatuh di sekitar Tanjung Karawang. Saat ini pihak SAR Jakarta sedang bergerak ke lokasi koordinat kejadian untuk melakukan operasi SAR.
Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono menjelaskan Lion Air yang jatuh laut utara Karawang, Jawa Barat, masih berumur muda. Pesawat Boeing 737 MAX 8 itu baru bergabung dengan Lion Air tahun 2018. “Pesawat ini mulai masuk jajaran Lion Air Agustus 2018,” kata Soerjanto Tjahjono dalam jumpa pers di Kantor Basarnas Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (29/10).
Pesawat ini bernomor penerbangan JT-610. Pesawat ini lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Banten, pada pukul 06.20 WIB. Selanjutnya, pesawat itu hilang kontak pukul 06.33 WIB. “Jam terbangnya masih sekitar 800 flight hour. Jadi masih relatif sangat baru, boleh dikatakan baru,” kata Soerjanto.
Sementara itu, sebelum hilang kontak dan jatuh, pesawat itu sempat ingin kembali ke Bandara Soekarno-Hatta. “Pesawat sempat meminta return to base sebelum akhirnya hilang dari radar,” kata Kepala Bagian Kerja Sama dan Humas Ditjen Perhubungan Udara, Sindu Rahayu dalam keterangan tertulis.
Jumlah penumpang yang dibawa pesawat nahas itu adalah 189 penumpang. Saat ini Personel Basarnas masih mengevakuasi pesawat itu sekligus mencari para korban yang mayoritas tenggelam di laut Jawa.
Pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh terlihat oleh sejumlah petugas di anjungan lepas pantai Pertamina Hulu Energi (PHE) Offshore North West Java (ONWJ). “Petugas kami di anjungan melihat ada pesawat jatuh. Tepatnya di lapangan Mike kita sedang koordinasi untuk cek lapangan,” kata Humas PHE ONWJ, Ifki Sukarya, Senin (29/10).
Ifki mengungkapkan, sejumlah petugas di anjungan sampai terperangah melihat pesawat jatuh pada pukul 06.33 WIB tadi pagi. “Kabar yang saya terima anak-anak di anjungan sampai kaget,” lontar Ifki.
Saat ini pihaknya sedang berkoordinasi dengan Satpol Airud Karawang. “Kita sedang koordinasi untuk cek lapangan. Koordinasi polariut untuk supporting,” tururnya.
Direktur Umum Lion Air Grup Edward Sirait membenarkan pihaknya hilang kontak dengan pesawat rute Jakarta-Pangkal Pinang tersebut. Pihak Lion Airjuga tengah menelusuri informasi yang menyebutkan pesawat tersebut mendarat darurat di Halim dan Karawang. “Masih simpang siur, ada yang bilang mendarat di Halim, ada yang bilang di Karawang. Kami lagi cek ke lokasi,” ungkap Edward. (R3)












