Tegal News Viralkata-Acara Kemeriahan luar biasa mewarnai perayaan Sejit Yang Mulia Kongco (YMKC) Ceng Gwan Cinkun di Kota Tegal, Jawa Tengah. Panggung Malam Kesenian yang digelar di area klenteng setempat mendadak riuh dan heboh berkat penampilan memukau dari penyanyi berbakat, Icha Yang, pada Minggu (12/7) malam.

Kehadiran Icha Yang sukses menghibur ratusan warga dan komunitas Tionghoa yang memadati lokasi acara. Meski perayaan ini kental dengan tradisi keturunan Tionghoa, Icha secara mengejutkan berhasil mengawinkan genre musik Mandarin dengan cengkok Dangdut Koplo yang sangat disukai masyarakat Jawa Tengah, khususnya warga Tegal yang khas dengan kultur Ngapak-nya.

Dalam penampilannya, Icha Yang membawakan total 11 lagu. Walaupun awalnya dipersiapkan untuk mendominasi lagu-lagu Mandarin, Icha Yang bersikap adaptif mengikuti antusiasme penonton.
Dari belasan lagu yang dibawakan, hanya sekitar dua lagu bernuansa pop Mandarin, sementara sisanya didominasi oleh musik dangdut koplo, baik koplo Mandarin maupun koplo Jawa.
Penonton pun langsung bergoyang saat Icha Yang melantunkan tembang hits seperti Gala-Gala, Che la te ai, hingga Peichu.
“Jujur, Icha tidak menyangka kalau teman-teman keturunan di sini ternyata malah banyak yang me-request lagu dangdut koplo. Karena Tegal ini kan masih masuk Jawa Tengah, otomatis mereka sangat senang dan happy ketika diajak berjoget dangdut. Penontonnya seru dan heboh banget!” ujar Icha Yang dengan penuh semangat seusai turun dari panggung.
Pengalaman tampil di Tegal ini menjadi catatan manis tersendiri bagi Icha. Sekitar dua atau tiga tahun lalu, ia memang pernah bernyanyi di kota ini, namun khusus membawakan lagu dangdut.
Kali ini, ia merasa bersyukur bisa kembali dan menyatukan penonton lewat perpaduan musik Mandarin dan dangdut.
“Mudah-mudahan setelah acara ini, teman-teman yang tadinya belum tahu bisa jadi tahu, dan bisa terus mengikuti serta mendengarkan karya-karya lagu Icha ke depannya,” tambahnya.
Tampil Anggun dengan Kostum Rancang Sendiri
Selain kualitas vokal dan interaksi panggung yang komunikatif, penampilan visual Icha Yang malam itu juga mencuri perhatian publik. Ia tampil anggun dan berkilau di bawah lampu panggung mengenakan kostum hasil rancangannya sendiri.
Kostum khusus tersebut sengaja didesain dengan sentuhan pernak-pernik mengkilap menyerupai mutiara. Pilihan busana yang berkilau ini sengaja disiapkan agar Icha Yang dapat tampil maksimal, menarik, dan selaras dengan kemegahan perayaan malam kesenian klenteng.
Acara ulang tahun dewa atau Sejit di klenteng Tegal ini membuktikan bahwa seni dan musik mampu menjadi jembatan kebersamaan yang cair bagi seluruh lapisan masyarakat. Perpaduan kultur Mandarin dan lokal lewat alunan dangdut koplo sukses menutup acara malam perayaan dengan penuh sukacita. (PRAY)












