HEADLINENASIONALNEWS

WEBINAR KAUJE – UNEJ DAMPAK COVID-19 ANTAR BENUA MENGGAMBARKAN KEPANIKAN DUNIA

 Jakarta- VIRALKATA.COM : Menarik kegiatan webinar kolaborasi Kauje dengan Unej (LPPM) Selasa tadi malam dari pukul 20.00-22.40 WIB  dengan topik Kronik Pandemi Covid 19 Antar Benua . Quota peserta yang awalnya dibatasi 200 orang ternyata bisa tembus diatas 300 orang.  Banyak hal yang terungkap dari para narasumber, bagaimana kondisi covid 19 di beberapa benua, Australia, Amerika, Afrika dan Indonesia (Asia). Seluruh dunia panik.

Pandemi virus covid 19 sedang merebak di seluruh dunia, bahkan lintas benua, demikian pula di Indonesia , diperkirakan akan berlangsung hingga pertengahan Mei 2020. Status keadaan darurat wabah Covid-19 di Indonesia diperpanjang, terhitung 91 hari sejak tanggal 29 Februari 2020 hingga 29 Mei 2020, ditetapkan melalui Keputusan Kepala BNPB No. 13.A Tahun 2020 tentang Perpanjangan Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Virus Corona di Indonesia.

 

Covid 19 di Berbagai Benua”  mengundang beberapa narasumber alumni Universitas Jember yang berdomisili dan bekerja di beberapa negara dan narasumber terkait penanganan Covid 19 di Universitas Jember. Webinar akan dibuka oleh Sambutan Ketua Umum Kauje (Keluarga Alumni Universitas Jember), Muhammad Sarmuji, S.E, M.SI dan Rektor Universitas Jember, Dr. Ir. Iwan Taruna.M.Eng. Beberapa narasumber yang berkontribusi dalam Webinar adalah :

Dr. Drs Arifi Saiman MA Konsulat Jenderal RI di New York.
New York merupakan kota multikultur, merupakan pusat pandemi, kematian paling tinggi seluruh dunia (mohon dikoresi), bagaimana kondisi saat ini dan langkah-langkah antisipasi apa yang dilakukan pihak berwenang? bagaimana masyarakat imigran, terutama asia merespon?. USA termasuk negara dengan tingkat kematian tinggi,padahal negara maju.

 

Menurut Arifi, Amerika Serikat mengalam kepanikan yang luar biasa dengan munculnya pandemi covid-19. Pihak pemerintah awalnya sempat menuding pandemi covid 19 yang begitu cepat menyebar ke penjuru Amerika karena berasal dari negara-negara Asia. Tapi ternyata kemudian persepsi itu salah karena ternyata jutru penyebaran virus tersebut justru dibawa oleh masyarakat yang datang dari Eropa. Oleh karena itu, dilakukan penyetopan akses penerbangan antara Eropa dan Amereka, kecuali negara Inggris.

Prof. Ir. Achmad Subagio, M.Agr, Ph.D. Ketua LPPM Universitas Jember.
Prof Subagio saat ini sedang berada di Nigeria sebuah negara di benua hitam Afrika untuk kegaitan kerjasama penelitian pengembangan industri singkong. Sejak awal meninggalkan Indonesia taggal 15 Maret 2020, seharusnya Prof Subagio kembali ke tanah air 24 Maret lalu. Tapi penerbangan sudah makin dibatasi. Berbagai negara memberlakukan lockdown di bandaranya. Nigeria merupakan negara yang kurang aman, karenanya Prof Subagio harus di kawal polisi bersenjata laras panjang. Bagaimana situasi lock down di Negeria? Bagaimana aktivitas kegiatan pertanian lahan kering di Nigeria?

 

Di Negeria, menurut Prof Subagio, digambarkan kondisi parah akibat ketidak siapan masyarakat dan negara dalam  menghadapi serangan covid 19. “Tidak memiliki modal sosial yang cukup dalam menghadapai wabah atau pandemi covid-19”, jelas Prof Subagio.  Indonesia jauh lebih baik dibandingkan Negeria.

Drs. Syahri Sakidin, MA, Director Indonesia Institute, Perth-Australia.
Secara umum di Aussie, angka infeksi rendah, dengan kultur yang terbuka menarik untuk dipaparkan, dengan keahlian bidang pendidikan, bahasa dan budaya, bagaiman sikap Aussie trhadap tiongkok sbg sumber wabah Covid 19, bagaimana respon WNI dan aktifitas yang WNI di Aussie.

Sedangkan menurut Syahri Sakidin yang alumni Fisip Unej angkatan 73 ini mengungkankan Australia paling memiliki kesiapan sejak awal sebelum covid 19 dinyakan sebagai pandemi. Sejak Januari ketika ada dua warga yang terpapar, maka pihak pemerintah Australia telah menggerakan segala daya dengan dana yang sngat besar untuk menyiakan langkah-langkah konkrit, misalnya dibentuk tim oleh dewan kementrian nasional. Selain secara demografis, Australia diuntungkan dalam psical distancing.

 

dr.Cholis Abrori, M.Kes, M.Pd.Ked. Ketua Gugus Tugas Covid 19 Universitas Jember.
Perspektif kesehatan, penyebaran virus, penanggulangan . Penjelasan ke masyarakat umum terkait penerapan kesehatan masyarakat terutama UU Karantina Wilayah atau UU Bencana Nasional atau PSBB? Apakah bedanya, bagaimana PSBB di Jember atau Jawa Timur dikritisi, bagaimana mekanisme mass rapid test utk karantina sehat vs sakit dlsb.

Moderator : Pung Purwanto,S,Sos. Director –MNC- Koran Sindo
Pengarah Acara : Dr. Luh Putu Suciati (Divisi Inovasi dan Intermediasi LPPM Universitas Jember)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close