HUKUM & kRIMINALNASIONALNEWS

Togar Situmorang Ingatkan Jedar, Jangan Sampai Jemput Paksa

Jakarta-Viralkata

Togar mengingatkan Jedar, jangan sampai jemput paksa yang pernah dilontarkan kuasa hukum Jedar, malah menjadi bumurang karena justru melanggar HAM (Hak Azasi Manusia) karena bukti semua memang kerjasama

“Jadwal agenda kita per tanggal 1 Februari 2023 ini adalah bukti yang telah dikasih tahu sama hakim waktu Minggu lalu harus dipisah dari bukti tergugat 1 dengan tergugat 2, dimana Minggu lalu tergugat itu menyerahkan bukti yang digabungkan, antara tergugat 1 dengan tergugat 2, “ kata Dr.Togar Situmorang, S.H., M.H.MAP., C.Med., CLA kepada wartawan di Kantor Hukum/Law Firm Dr.Togar Situmorang, S.H., M.H.MAP., C.Med., CLA Jl. Pejaten Raya No. 78, RT 6/5 Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (1/2/2023).

Menurut Togar, mereka sudah menyerahkan, tapi dari bukti-bukti itu semua hampir mayoritas rata-rata copy dari copy.

“Semua bukti yang ada tadi ada point-point penting yang memang kita tolak atau bahkan ada yang dipending, artinya dikembalikan lagi kepada pihak tergugat 1 dan tergugat 2, “ ungkapnya mantap.

Togar menyampaikan dirinya puas dengan hasil persidangannya, karena ada point-point penting yang nanti akan ia buat di dalam kesimpulan.

“ini akan berkontradiksi dengan laporan mereka di Polda Metro Jaya, “ simpulnya.

Hari ini, kata Togar, pihaknya sudah dapat bukti-bukti yang dari pihak mereka sendiri yang memberikannya, bahwa itu semua adalah murni sebagai bisnis atau kerjasama antara perusahaan dengan perusahaan.

“Jadi tidak ada satu alat bukti pun yang kita lihat tadi, langsung masuk ke rekening klien kami, Stevanus, “ bebernya.

Togar berharap, mudah-mudahan pihak Polda Metro Jaya mengerti hal ini. Polda Metro Jaya tidak bermain sirkus atau memihak.

“Kita ingatkan, karena polisi sekarang ini sedang diawasi masyarakat sebagai stakeholder,

Kita masyarakat tidak mau lagi dipertontonkan adanya keberpihakan karena kita ingin polisi dicintai masyarakat, “ paparnya begitu sangat bersemangat.

Togar tidak menginginkan nanti seperti yang diberitahukan dengan pengacara tergugat 1 dan tergugat 2 dengan memamerkan SP2HP yang dikatakan akan jemput paksa dengan segala macam.

“Ingat ada Hak Azasi Manusia, jangan sampai nanti menjemput paksa malah melanggar HAM, karena bukti semua adalah pure kerjasama, “ tegas Togar
Menurut Togar, dari sebelas mobil itu murni di Polda Bali, bukan yang di Polda Metro Jaya Jakarta.

“Jadi lokusnya berbeda, tempo waktunya juga berbeda, “ simpulnya.

Togar bersyukur sekali hasil dari bukti-bukti yang diberikan oleh tergugat 1 dan tergugat 2 itu sangat mendukung pihaknya untuk yakin bahwa Polda Metro Jaya wajib segera mengakhiri laporan yang inkosisten.

“Karena saksi pelapor bernama Sujatmiko, bukan Jessica Iskandar atau Vincent, “ tegas Togar.

Tadi pun di persidangan, kata Togar, ia sendiri keberatan bahwa setahu dirinya kuasa hukum Jessica Iskandar dengan Vincent itu adalah Ibu Elsa Syarief kantornya sesuai dengan prescon yang dinyatakan.

Bahkan tadi di persidangan, ia minta bukti kuasa hukum yang telah dicabut, yang sampai sekarang ini tidak pernah diperlihatkan, baik di persidangan sebagai alat bukti, atau pun hakim majelis yang memimpin perkasa 838 di persidangan negeri Jakarta Selatan

“Padahal itu adalah hak legalitas yang murni, itu bukti penting, sehingga mereka wajib mewakili kliennya, dalam gugatan di 838 PN Jakarta Selatan,’ desak Togar

Togar menyampaikan hal demikian supaya ini tidak menjadi ambigu dengan Polda Metro Jaya, jadi ia memang perlu buka selebar-lebarnya,

“Jangan sampai hukum ditunggangi dengan oknum-oknum tertentu untuk kepentingan tertentu dengan deal-deal tertentu, ini tidak boleh, karena hukum adalah panglima, “ tegas Togar.

Termasuk juga, kata Togar, saksi dari pihaknya, bahwa ia bersyukur fokus pada perkaranya sesuai dengan gugatan 838 di PN Jakarta Selatan.

“Ada dua saksi kami melihat siaran berita, melihat peristiwa hukum melalui infotainment, baik langsung di televisi, ataupun melalui IG, atau melalui youtube, “ uraiannya.

Togar menyayangkan, lucunya IG yang diduga tergugat 1 sudah di-takedown.

“Inilah UU ITE lex specialis lex generalis tidak sama dengan aturan biasa. Itu masalah hak keperdataan, bukan pidana. Jadi sah, “ tutur  Togar sangat tegas.(PRAY)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close