HEADLINENASIONALNEWSPOLITIK

Tiga Pasangan Bertarung Berebut Kursi Bupati Jember, Fakta Politik Faida Sudah Babak Belur

Catatan Kritis Singgih Sutoyo- Pemimpin Redaksi Viralkata.com.

Jember-Viralkata.com-Pemilihan kepala daerah (pilkada) di Jember pada 9 Desember 2020 kemungkinan menghadirkan calon lebih dari dua pasangan. Yang pasti lolos adalah pasangan Faida – Dwi Arya Nugraha Oktavianto (Vian) melalui jalur perseorangan atau lazim disebut independen. Dari jalur partai politik, pasangan yang telah mengunci tiket adalah Hendy Siswanto – Balya Firjaun Barlaman. Disusul pasangan Abdussalam – Ifan Ariadna.

Dengan konfigurasi ini, peluang pertarungan head to head seperti yang diharapkan 11 partai beberapa waktu lalu terkubur.

Direktur Eksekutif Politika Research & Consulting (PRC) Rio Prayogo mengatakan, mengalahkan petahana di Jember tidak ada hubungannya dengan head to head atau tidak. “Kalau tidak head to head petahana menang itu terlalu menyederhanakan politik,” kata Rio dalam diskusi virtual Jember Election Forum, Kamis 3 September 2020.

Sebetulnya Faida sebagai petahana sudah dihajar babak belur oleh fakta-fakta politik di Jember. Mulai dari konflik tajam Faida dengan DPRD yang memunculka running masalah mulai dari interpelasi, hak menyatakan pendapat yang berujung dengan pemakzulan.  Masalah tidak mendapatkan pengsahan Perda APBD juga membuat Faida selaku eksekutif tidak bisa lagi leluasa menggunakan anggaran APBD yang dia ajukan sebesar  5 triliun lebih. Belum  lagi penilaian disclamer dari BPK karena buruknya tata kelola keuangan kabupaten Jember.

Ada segudang masalah Faida sebagai petahana, tentu saja semua masalah yang ada itu dapat menurunkan elektabilitas.  Belum lagi bersatunya 11 partai yang menghasikan kesepakatan untuk melawan Faida sementara Faida sendiri memilh jalur independen, dengan demikian menyimpan titik lemah tidak memiliki jaringan mesin politik partai. Karena mereka tidak menggunakan rekomendasi partai politik. Padahal, kemenangan Faida pada periode 1 diusung oleh empat parpol dengan demikian keempat partai yang menggusung Faida mempunyai kontribusi besar atas kemenangan terhadap rival politiknya yaitu pada saat itu paslon Sugianto. Dan saat itu dia selain menjabat sebagai Sekda juga didukung penuh oleh seorang mantan bupati MZ Djalal.

Sementara saat ini posisi Faida berbeda jauh dengan langkah langkah yang dilakukan pada saat mendapatkan kemenangan pada pilkada periode 1. Di lain pihak  rivalitas saat ini yakni H Hendy yang diusung oleh 11 partai politik (parpol) mendapatkan dukungan kekuatan  mesin partai yang tidak dimiliki oleh Faida selaku petahana. Meskipun pada detik detik terakhir pada minggu menjelang pendaftaran bacabup ke KPU belum semuanya dari 11 parpol memberikan rekomendasi kepada paslon Hendy Siswanto yang siap melakukan head to head dengan Faida.

Meski informasi terakhir pada diantara partai partai besar sudah memberikan koalisi terhadap bacabup  Hendy S diantaranya parpol Nasdem 8 kursi, partai PKS 5 kursi , partai demokrat 2 kursi, partai berkarya  1 kursi ditambah lagi beberapa partai besar yang telah memberikan lampu  hijau kepada paslon Hendy seperti munculnya surat penugasan dari PKB yang memiliki 8 kursi , partai PAN 2 kursi dan partai Gerindra 7 kursi, PKS 5 kursi.

Sementara partai politik yang belum memberikan isyarat dukungan hingga minggu terakhir batas rekomendasi adalah partai PDI P sebanyak 7 kursi, partai Golkar sebanyak 2 kursi . Bagaimanapun jug a kekuatan dukungan partai partai besar kepada Hendy S akan memberikan energi kekuatan untuk melakukan perlawanan perlawanan  terhadap petahana  Faida melalui pergerakan mesin parpol.

Meskipun paslon Hendy S banyak dukungan dari sejumah parpol , namun bukan berarti perlawanan terhadap petahana Faida,  bukan hal yang mudah dan ringan. Karena bagaiamana pun juga fakta fakta politik yang menjadi dorongan dan kekuatan Faida untuk mendapatkan dukungan dari masyarakat masih sangat besar atau tidak bisa diremehkan.

Pertama , dukungan riil Faida yang memiliki basis massa dukungan sejak dirinya tampil sebagai pemenang pilkada pada periode sebelumnya 2014 lalu. Dapat diyakini sebagain besar dari pendukungan massa dalam pilkada itu masih tetap mengkristal dan memiliki dukungan  hubungan fanatik dengan Faida.

Kedua, Faida selaku petahana masih berstatus sebagai bupati kepala daerah yang masih bisa memanfaatkan dan menggunakan instrumen pejabat yang berada dibawah kekuasaannya  mulai dari kepala dinas , camat hingga kepala desa yang mempunyai jaringan hingga tingkat kota Kabupaten , kota kecamatan , hingga desa. Diperkirakan selain ada upaya upaya masif dan sistematis yang dilakukan oleh Faida selaku petahana,  di satu sisi para pejabat mulai dari kadis, camat , kades juga terdapat para royalis terhadap Faida selaku bupati atau petahana dengan berbagai macam motivasi misalnya interest pada keberlangsungan jabatan , atau memang berangkat dari jiwa loyalis.

Dengan demikian , meski Faida selaku Faida petahana  yang memilih jalur independen tetap memiliki instrumen untuk menggerakan dukungan dari tingkat kota sampai tingkat desa. Belum lagi, otoritas Faida selaku petahana memiliki kewenangan untuk menggunakan program program untuk mencari dukungan kepada masyarakat.  Hal ini terlihat banyak program program pembangunan mengarah pada mencari dukungan politik dari masyarakat luas , mulai dari program beasiswa 10 ribu anak, program santunan bantuan tunai langsung, bantuan bentuk paket sembako, kesehatan gratis kaun duafa, honor guru ngaji, bantuan tunai kepada pelaku pariwisata dan seni, bantuan tukang cukur, bantuan anak difabel . Belum lagi memanfaatkan anggaran covid 19 senilai Rp 470 miliar yang diwujudkan dalam berbagai bentuk program yang tidak secara langsung mampu menguatkan dukungan politik Faida selaku petahana.

Ketiga, figur Faida sebagai petahana juga masih memilikki kapasitas untuk terjun langsung atau blusukan pada komunitas komunitas pendukung mulai dari komunitas yang ada di perkotaan, hingga komunitas di pelosok pelosok desa. Ada banyak kesempatan Faida selaku petahana bertatap muka dengan masyarakat Jember dari semua kalangan yang itu sulit dilakukan rival paslon Hendy S . Apalagi modal sosial yang ditanamkan oleh Faida selaku petahana sudah berlangsung sejak periode awal 4 tahun yang lalu hingga sekarang yang menghasilkan lebih tingginya nilai popularitas Faida hingga menciptakan tingkat tinggi nya elektabilitas jika dibanding rival politiknya.

Keempat, kekuatan Faida selaku petahana dalam memilih konsultan politik Eef Saifullah dari Polmak yang sejak periode pertama pilkada memberikan kontribusi pemenangan pada tahun 2014 . Banyak pihak yang mengakui bagaimana kecanggihan konsultan politik Eef Saifullah dalam memenangkan kontestasi pilkada salah satunya di pilkada DKI .

Kelima, dari fakta fakta kekuatan petahana banyak pihak yang mengakui dukungan terbesar Faida adalah masyarakat ditingkat desa dengan kalkulasi Faida mendapat dukungan dari desa desa yang berada di 31 kecamatan yang tersebar di Jember.  Sedangkan, tiga kecamatan wilayah kota, Faida selaku petahana kurang mendapatkan dukungan penuh, hal ini karena masyarakat di tiga kecamatan kota memiliki tingkat rasional yang lebih tinggi dibandingkan dengan masyarakat desa, belum lagi masyarakat kota yang berada di tiga kecamatan merupakan memiliki strata  ekonomi , pendidikan , sosial , kesehatan yang mampu mengakses  banyak  banyak informasi mengenai problematik yang mengepung Faida mulai dari konplik dengan DPRD , yang memunculkan langkah politik mulai dari interpelasi , hak menyatakan pendapat, hingga berujung pemakzulan, yang semuanya itu sangat berpengaruh terhadap popularitas Faida selaku petahana , yang menyebabkan turunnya tingkat elektabilitas di tingkat masyarakat perkotaan di wilayah Kecamatan Kaliwates, Patrang, Sumbersari.

Sementara, rivalitas paslon Hendy S selaku penantang menjadi lebih diuntungkan dengan beberapa keadaaan , pertama lebih mampu menjangkau geografis masyarakat perkotaan dibandingkan masyarakat pedesaaan.  Kedua,  figur Hendy S cukup memiliki modal sosial yang bagus di kalangan masyarakat perkotaan dikenal sebagai tokoh memiliki kepedulian sosial tinggi , memberikan santunan anak yaitim , takmir masjid, buka puasa bersama nasi kotak di beberapa masjid diperkotaan, termasuk membangun masjid yang menjadi ikon Jember yaitu masjid Roudlotul Mukhlisin. Figur Hendy dikenal seagai pengusaha sukses dibidang usaha Riens Colection , air kemasan Al Qodiri, pengusaha hotel seven dream, rumah makan di Argopura, jack Load tempat hiburan rakyat. Ketiga , figur Hendy juga mempunyai kemampuan melakukan komunikasi politik dengan semua pihak dan sangat jauh bertolak belakang dengan figur Faida petahana yang selalu mengalami kebuntuan dalam hal melakukan komunikasi politik dengan pihak pihak lain.

Sedangkan Hendy sebagai bacabup Jember telah meletakan prinsip dasar  bertekad untuk kolaborasi , sinergisitas dan akselarasi dengan semua potensi kekuatan yang ada di Kabupaten Jember. Untuk identikkan membangun Jember, seorang bacabup Hendy S sangat paham tidak bisa dilakukan sendiri, namun harus melakukan kolaraborasi dan sinergisitas dengan semua kekuatan termasuk bagaimana Jember dibangun tidak hanya menggunakan kekuatan keuangan yang bersumber dari APBD yang nilainya tidak lebih dari Rp 5 triliun yang sebagai besar peruntukannya untuk belanja rutin terutama untuk membayar gaji pegawai. Dalam visi dan misinya , Hendy S akan menggali potensi potensi keuangan non APBD minimal 15-20 triliun setiap tahun anggaran sebagai sebuah kekuatan besar untuk membangun kekuatan Jember.

Jika terjadi head to head antara Faida selaku petahana dengan Hendy Siswanto maka banyak yang menyatakan paslon Hendy S sangat diuntungkan , tidak menutup kemungkikan akan memberikan hasil akhir kemenangan dalam pertarungan pilkada Kabupaten Jember yang akan berlangsung 9 Desember 2020.  Namun sebaliknya, apabila terjadi lebih dari dua paslon maka kekuatan dukungan bagi paslon Hendy S akan menjadi berkurang yang pada hasil akhirnya bisa jadi berdapak pada kekalahan , hal ini sangat masuk akal karena kekuatan Faida selaku petahana telah memiliki dukungan solid dan fanatik yang akan diperoleh secara utuh .

Sementara di pihak lawan yang awalnya akan memberikan dukungan kepada paslon Hendy S akan terbagi atau terbelah ke dukungan paslon yang lain. Memang ada prediksi bila tidak terjadi head to head antar paslon Faida dan paslon Hendy S kemungkinan muncul satu paslon lagi Salam /Ifan . Bila ini terjadi peta politik dan peta kekuatan yang ada dalam pilkada Kabupaten Jember mengidentikkan  peta kekuatan pada pilkada DKI pada tahun 2018 , dimana paslon  petahana gubernur Ahok atau Basuki Cahya Purnama yang berpasangan Jarot berhadapan dengan dua kekuatan paslon Anies Baswedan / Sandiaga Uno dan pasangan Harimurti Yudoyono / Silviana.

Pada putaran pertama pilkada DKI dimenangkan oleh Ahok , namun di putaran kedua pada saat tinggal dua paslon head to head antara paslon Ahok dan Anies Baswedan maka kemenangan berada  pada paslon Anies Baswedan . Bisa jadi kondisi yang ada di pilkada DKI , akan terjadi di pilkada di Jember .

 

 

 

 

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close