FOTOHEADLINEHUKUM & kRIMINAL

Tiada Hari Tanpa Tawuran di Ibukota

JAKARTA, ViralKata.com – Tiada hari tanpa tawuran di Jakarta. Itulah kesan yang muncul dari warga Ibukota. Meski akibat tawuran meninggalkan jejak kematian, masuk rumah sakit, kerusakan milik orang lain, digunduli, dijebloskan ke penjara bahkan diberhentikan dari sekolahan, namun kondisi itu tak membuat jera bagi pelaku tawuran.

Padahal. tawuran itu nggak ada manfaatnya malah merugikan. Dan jika ingin jadi jagoan lebih baik terjun di dunia tinju, atau pingin namanya ngetop lebih baik jadi artis sinetron ketimbang melakukan tawuran.

Kasus tawuran pada Sabtu (2/2) malam terjadi di Jalan Mayjend Sutoyo, Cililitan, Jakarta Timur. Enam anggota gangster motor ditangkap. Penangkapan diwarnai tembakan peringatan untuk membubarkan dua kelompok yang akan melakukan pertarungan jalanan. Akibat tembakan itu, mereka kocar-kacir kabur meninggalkan lokasi.

Kepala Tim Rajawali Polres Metro Jakartq Timur, Aiptu Maryono mengatakan, berdasarkan laporan masyarakat sekitar, sejumlah kelompok gangster kerap terlibat tawuran di kawasan jalan tersebut. Pihaknya pun langsung patroli dan mendapati dua kelompok gangster akan tawuran di jalan itu.

“Kami terpaksa beberapa kali melepaskan tembakan peringatan ke udara karena puluhan anggota gangster ini berupaya kabur saat mau kami tangkap. Petugas sempat kejar-kejaran dengan mereka juga,” kata Maryono dalam keterangan tertulis, Minggu (3/2).

Dia menambahkan, saat proses penangkapan, sejumlah kawanan gangster itu kabur. Namun terdapat enam orang yang berhasil diamankan pihak kepolisian. “Mereka ini meresahkan masyarakat, mereka juga memanfaatkan media sosial itu untuk sarana mencari musuh dan menentukan lokasi untuk tawuran,” ujar Maryono.

Dari tangan para anggota gangster ini, polisi mengamankan barang bukti, yakni sejumlah sepeda motor tanpa dilengkapi dokumen, dua bilah senjata tajam jenis celurit, satu botol minuman keras dan dua alat suntik. Kini, keenam anggota gangster itu sudah dibawa ke Mapolsek Kramat Jati untuk pemeriksaan lebih lanjut. 0 KMP

Pasar Rumput

Tawuran lainnya terjadi antarwarga di kawasan Pasar Rumput, Jakarta Selatan, pada Sabtu (2/2) malam, menyebabkan halte Transjakarta mengalami kerusakan. Direktur Utama Transjakarta Agung Wicaksono mengatakan, pelayanan bus di halte Pasar Rumput tersebut sempat terganggu akibat kerusakan itu.

“Tawuran yang terjadi di Pasar Rumput, Jakarta, pada Sabtu malam mengakibatkan halte Transjakarta berantakan. Kaca-kaca halte pecah,” ujar Direktur Utama Transjakarta Agung Wicaksono dalam keterangan tertulisnya, Ahad (3/2).

Berdasarkan laporan yang diterima, Agung menyebut, tawuran antarwarga di Pasar Rumput berlangsung hampir satu jam. Pihaknya tengah mengganti kaca-kaca yang pecah tersebut demi kenyamanan para penumpang bus Transjakarta. Kendati demikian, ia menyesali aksi tawuran itu yang menyebabkan kerusakan fasilitas umum. “Padahal sarana prasarana ini diperuntukkan bagi masyarakat. Ini sangat merugikan,” katanya.

Tak hanya itu, pelayanan bus juga sempat terganggu. Agung mengatakan, bus Transjakarta rute Pulogadung-Dukuh Atas (koridor 4) sempat dialihkan melalui Jalan Proklamasi, Jakarta. Layanan kembali normal sekitar pukul 19.10 WIB setelah tawuran di Pasar Rumput berhenti.

Ia menambahkan, kerusakan halte Transjakarta Pasar Rumput akibat tawuran juga pernah terjadi pada 24 Agustus 2018 lalu. Kaca halte dan LED TV yang menampilkan informasi kepada pelanggan juga pecah pada saat itu.

Menteng

Belasan anggota Koramil 01 Menteng, Jakarta Ousat melakukan patroli antisipasi keamanan dan kerawanan tawuran serta balap liar di kawasan Jakarta Pusat, Minggu (3/2/2019) dinihari. Dalam operasi itu dua pemuda mabuk berboncengan sepeda motor balap liar sempat menabrak petugas berseragam disaat membubarkan di Taman Monas.

Patroli itu anggota yang diterjunkan diantaranya Makodim 0501, pasukan BKO dari Yonif 202/Mekanis dan dari BKO dari Yon Arhanud. Saat patroli petugas mengamankan dua pria mabuk pebalap liar yaitu Susihandi Purwanto, 29, dan Eko, 23, keduanya asal Jawa Tengah. Kedunya menabrak petugas saat akan diamankan sehingga angsung ditangkap. Kini keduanya diserahkan ke Polsek Metro Gambir.

Operasi yang digelar anggota Koramil 01 Menteng sekitar pukul 23:00 hingga 04:30, dengan sasaran premanisme serta balap liar dan aksi tawuran yang sering terjadi. Selain itu petugas juga melakukan patroli di kediaman rumah pejabat serta perkantoran.

Danrmil 01 Menteng Mayor TNI (Kav) Sugianto, yang memimpin operasi melibatkan belasa anggota TNI yang berseragam dan mengenakan baju preman. Petugas yang dibagi langsung menuju objek sasaran dianggap rawan kejahatan dan aksi tawuran. Setelah anggota melakukam patroli yang betafa di wilayah hukum Kodim 0501 seperti di Kemayoran hingga wilayah lainnya situasi saat masih kolusip dan terkendali.

Disaat petugas melintas di kawasan Monas, melihat puluhan pebalap liar mau melakukan aksi balap. oleh anggota Koramil 01 Menteng balapan liar berusaha dibubarkan.

Hal itu membuat puluhan pebalap liar kocar-kacir menghindari petugas. Dua pelaku berboncengan sepeda motor saat mau ditangkap malah menabrak anggota, bertuntung tidak kena dan pelaku langsung dibekuk petugas lainnya. Tragis memang. (R3)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close