HEADLINENASIONALNEWS

Setelah Jurus Dewa Mabuk, Faida lancarkan Jurus Pendekar Sinto Gendeng Buat Kacaukan Birokrasi.

Rabu pagi ini (30/12/2020) berembus kuat angin bertiup kencang mutasi sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Jember. Ada sepuluh nama pejabat lebih yang kena mutaasi,selain mem- plt-kan  kepala dinas juga menggusur pejabat difinitif. Yang paling heboh beredarnya nama-nama pejabat yang dicopot, ada nama pejabat difinitif Sekdakab Jember, Merfano.

Bila informasi ini benar, maka sebuah kekacauan tatanan  birokrasi akan terjadi di Pemkab Jember. Seorang bupati Faida jelas menabrak banyak rambu-rambu. Salah satu rampu peringatan dari Mendagri Tito Karnavian dalam surat edaran No. 820/tertanggal 23 Desember, isinya melarang semua kepala daerah untuk melakukan mutasi atau pergantian pejabat bagi daerah yang ikut Pilkada serentak 2020.

Serangkaian tindakan bupati Faida sejak kalah dalam rivalitas Pilkada, seperti Dewa Mabuk yang melakukaan kekacauan di birokrasi Pemkab Jember. Mulai dari manuvernya bersama Kejari Jember melakukan intimidasi, membuly, mengancam pidana, teror terhadap Wabup Kiai Muqit Arief karena dipersalahkan dalam kasus pengembalian jabatan berdasar  KSOTK.

Buntutnya terjadi kemarahan demo besar-besaran bela Kiai Muqit terhadap geng Faida di Pemkab, DPRD dan Kejaksaan. Belum tuntas persoalan ini, tiba-tiba Faida memblokir pencairan kegiatan keuangan OPD/Dinas Pemkab Jember untuk dua bulan terakhir hingga  sekarang memasuki bulan ketiga keuangan tidak dicairkan.

Ibarat jurus pendekar Sinto Gendeng yang mengobrak abrik dunia persilatan dengan tingkah lakunya yang aneh, tanpa etika, sorang Faida terkekeh puas atas semua kekacauan birokrasi terjadi di Jember.

Bagaimana mungkin seorang kepala dinas difinitif digantikan dengan seorang  plt, yang golongan kepangkatannnya hanya eselon IV. Bahkan seorang Merfano, Sekda pejabat  difinitip hasil open biding juga akan di-plt-kan?

Jagat Jember akan  kembali heboh, kusak kusuk akan adanya pergantian pejabat dilingkungan Pemkab Jember kini semakin bertiup  kencang , meski beredar surat Mendagri, Tito Karnavian nomor: 820/6923/ SJ  tekait larangan pergantian pejabat dilingkungan Pemerintah Daerah Provinsi, Kabupaten dan Kota yang menyelenggarakan Pemilihan Kepala Daerah serentak Tahun 2020 yang terbit tanggal 23 Desember 2020 lalu.  Seakan hanya angin lalu bagi seorang Faida.

Beredar luas di jagat media sosial hari ini sederet nama-nama pejabat yang menduduki jabatan baru dengan status PLT.

Kabar akan adanya pergantian pejabat ini sempat menjadi head line beberapa waktu lalu pasca adanya surat dari Kementerian Dalam Negeri Direktorat Jendral Bina Keuagan Daerah nomor 910/5348/ Kauda tertanggal 22 Desember 2020, namun kabar tersebut kembali tenggelam pasca adanya pernyataan dari Sekda-Kab Jember  dan Ketua DPRD Kabupaten Jember setelah berkomunikasi langsung dengan Dirjen Bina Keuangan Daerah dan menjelaskan isi sebenar dari surat tersebut.

Sempat reda tampa kabar dan hiruk pikuk soal kegaduhan di Jember, hari ini Rabu 29 Desember 2020 jagat medsos Jember kembali heboh dengan beredarnya beberapa nama pejabat yang menduduki jabatan baru sebagai PLT, bahkan turut beredar SK Bupati Jember kepada beberapa Pejabat, keadaan dan situasi ini kembali memanaskan perpolitikan di Jember yang baru saja melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah Bupati-Wakil Bupati pada tanggal (09/12) lalu.

Adapun sederet nama tersebut adalah
1. Sekda-Kab Jember, Ir. Mirfano,
2. Deni Wijananto : Plt. kabag Ekonomi.
3.Wahyu Setyo Handayani : Plt. Kadinsos. (Eselon IV
menjadi Plt. Kadis).
4. Wenny Juristiansah Plt. Kadis PUBMSDA.
(Eselon IV menjadi Plt. Kadis).
5. Mochamad Kosim: Plt. kabag Pembangunan (Staf menjadi Plt. Kabag).
6. Sri Laksmi : Plt. Kabag Hukum, dimana Kabag Hukum difinitir masih aktif.
7. Rima : Plt. kabag Organisasi.
8. Slamet Sugianto: Plt. Kadisperindag (Eselon IV Plt Kadis).
10. Lingga Diputra : Plt Kadis TPHP ( Eselon IV Plt Kadis).
P El 11. Heri Setiawan : Plt. Kadispora. 12. Yessiana Arifa merangkap Plt. Ka Cipta Karya dan Inspektorat. 13. Lik Rahman Plt Kabag Tapem.

Beredar juga  beberapa SK Bupati kepada pejabat baik yang dilantik sebagai Plt maupun pejabat yang dibebas tugaskan sementara oleh Bupati, terkait beredarnya selebaran tersebut, Viralkata.com coba mengkonfirmasi kebenaran isu tersebut kepada Sekda Jember yang namanya juga masuk daftar pejabat Pemkab Jember yang diganti, namun ketika dihubungi melalui WhatsApp dan pesan singkat belum bisa mendapatkan jawaban dari isu tersebut.

Jika benar adanya rombakan pejabat dilingkungan Pemkab Jember yang informasinya dilakukan pada sore hari tersebut, ini mungkin pertama kalinya pelantikan Pejabat Oemkab Jember yang tidak ditandai dengan acara seremonial, bahkan cenderung kerja senyap, ini sesuatu yang sangat menarik.

Banyak perustiwa yang terjadi akhir-akhir ini bukanlah suatu tuntunan melainkan tontonan yang membuat masyarakat Jember sedih, bagaimana tidak sepanjang pemerintahan Bupati Faida hingga menjelang purna saat ini, masyarakat dipertontonkan dengan berbagai kegaduhan dan ketidak harmonisan yang telah berdampak buruk kepada kesejahteraan masyarakat.

Kekalahan Faida dalam kompetisi Pilkada memang pasti membuatnya kecewa, geram, terbanting,  marah,  bisa campur aduk jadi satu. Namun jabatan memang tidak kekal dan abadi. Berakhirnya jabatan tak bedanya dengan umur, akan berakhir. Sisa umur yang tinggal beberapa minggu lagi, deadiline 17 Februari, harusnya menjadi jalan menuju husnul khotimah. Bukan melancarjan jurus Sinto Gendeng bersama Tua Gila dari Selatan. Dasar Guru Wiro Sableng!

(Gih/Nas)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close