BISNISHEADLINENASIONALNEWS

Perusahaan Daerah Rugi, Tapi Posisi  Dirut PDP Kahyangan Jadi Rebutan.

Catatan SINGGIH SUTOYO, Pemred Viralkata.com- Bagian pertama

WIS WAYAHE BENAHI JEMBER.

JEMBER-VIRALKATA.COM. Meski kondisi perusahaan milik daerah PDP (Perusahaan Daerah Perkebunan) Kahyangan tahun-tahun terakhir ini mengalami divisit (kerugian) namun yang mengherankan posisi Dirut (Direktur Utama) menjadi rebutan.

Awalnya bupati Faida sebelum akhir masa jabatannya mengangkat Arief Cahyono menjadi Dirut PDP menggantikan posisi Dirut Ir Hariyanto yang habis masa kerjanya. Numun pengangkatan Arief Cahyono yang sebelumnya menjadi ketua Dewan Pengawas PDP, ditolak oleh karyawan, bahkan saat hari pertama masuk kantor sempat mendapat aksi demo karyawan, bahkan sempat diusir secara kasar.

Perlakuan kasar oleh karyawan diaplowd melalui video  sempat viral beredar di medsos. Saat itu, Arief akan memasuki pintu gerbang kantor direksi, tapi disambut dan dihadang oleh karyawan. Berdasarkan beberapa sumber, aksi demo digerakkan oleh karyawan SPI bernama DA, melalui jaringan FKPAK (Forum Komunikasi  Karyawan Antar Kebun)

Isu yang berkembang, mantan Dirut Ir. Haryanto berada dibelakang  aksi demo FKPAK. Apalagi DA yang menjadi penggerak aksi demo adalah orang yang pernah ditolong oleh Ir Haryanto menjadi karyawan kembali dengan jabatan di SPI (Satuan Pengawas Internal) setelah yang bersangkutan dipecat sebagai sopir oleh  Djatmiko, Dirut PDP sebelumnya. “Jadi ada semacam jasa  balas budi”, ungkap sumber Viralkata.com.

Sejak terjadinya aksi demo penolakan pengangkatan Arief Cahyono, posisi Dirut PDP mengalami kekosongan. Begitu jabatan bupati Faida berakhir pada 17 Februari digantikan oleh Dr. Ir. Hadi Sulistyo, M.Si, sebagain  Plh bupati Jember,  maka DA dan kawan-kawannya langsung bergerak melakukan aksi lobi pada Plh bupati dan beberapa pejabat penting di Pemkab Jember serta minta dukungan beberapa politisi di DPRD.

Kekuatan lobi yang dilakukan DA dan kawan-kawannya ini menghasilkan SK Pengangkatan Ir. Haryanto, menjadi Dirut PDP kembali yang SK nya ditanda tangani oleh Plh bupati Dr. Ir. Hadi Sulistyo, M.Si.

Padahal dalam forum Sertijab Plh bupati berjanji hanya akan melaksanakan tugas atas perintah gubernur, tidak melakukan keputusan strategis seperti membuat SK Pengangkatan. Lagian tugasnya sebagai Plh bupati sangat singkat, hanya tidak lebih dari delapan hari kerja. Terhitung tanggal 17 Februari berakhir tanggal 26 Februari saat bupati terpilih H. Hendy Siswanto dilantik gubernur Khofifah Indar Parawansa di Surabaya.

Yang mengagetkan kelihaian  Ir. Haryanto, mendapatkan SK Pengangkatan sebagai Dirut PDP Kahyangan dalam situasi memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan jabatan singkat plh bupati Dr. Ir. Hadi Sulistyo. Memang ada pepatah tidak ada makan siang gratis.


Pertanyaannya sekarang adalah kenapa jabatan Dirut PDP Kahyangan diperebutkan. Padahal kondisi perusahaan  (BUMD) milik Pemkab Jember ini dalam lima tahun terakhir ini mengalami divisit atau kerugian yang cukup besar, sampai-sampai perusahaan kesulitan menggaji sekitar 2.400 karyawannya, baik yang ada di kantor direksi maupun karyawan yang ada di kebun 3 afdeling dan kebun induk. Meski areal produktif kebun PDP seluas 4.000 hektar, namun kondisi keuangan divisit tidak mampu membayar karyawan.
Sebagai gambaran gaji karyawan beberapa tahun terakhir hanya dibayar 70% dari gaji penuhnya. Itupun sering telat. Bahkan perusahaan hanya mampu memberikan THR 30% pada saat Idul Fitri bulan Juni tahun lalu, yang  ditunda pembayarannya pada bulan Desember. Padahal berdasarkan UU Ketenaga Kerjaan ditegaskan besarnya THR minimal 1 kali gaji untuk karyawan masa kerja lebih setahun.
PTentu saja kondisi perusahaan PDP Kahyangan yang divisit ini sangat ironis dengan terjadinya perebutan posisi jabatan Dirut. Memang dalam posisi Dirut memiliki kapasitas untuk melakukan berbagai transaksi hasil produk perkebunan yang dikelolanya dalam volume yang cukup besar.Sebagai gambaran Dirut Ir. Haryanto pada Desember 2020 lalu melakukan transaksi lelang hasil produk karet sebanyak 55 ton karet harga perkg antara 31.000 – 33.000. Pada bulan Februari 2021 ini terjadi transaksi lelang hasil produksi karet 63 ton. Masing-masing transaksi mencapai nilai 1 miliar lebih.

Sudah menjadi bukan rahasia umum lagi bila setiap transaksi barang seperti itu tidak lepas dari permainan yang dilakukan oleh oknum tertentu oleh orang yang  menjadi penentu, mulai soal harga, volume hingga pemenang lelang. “Lelang tidak transparan, tapi semuanya sudah dikondisikan”, sumber Viralkata yang menjadi salah satu peserta lelang.

Belum lagi aksi pat gulipat yang dilakukan dalam pengadaan barang dan jasa serta biaya operasional kegiatan  para karyawan, semuanya sering terjadi nilai mark up. Juga tidak mudah menjaga aset yang ada dalam kawasan perkebunan PDP Kahyangan  di 3 afdeling dan kebun induk seluas 4.000 hektar yang tersebar di beberapa wilayah di kabupaten Jember.

Di dalam luasan kebun 4.000 hektar terdapat aset produksi tanaman kebun berupa karet, kopi, cengkeh, coklat, kayu,   yang semuanya memiliki nilai jual tinggi. Sangat menggoda siapa saja yang menjadi wewenang untuk mengelolanya aset tersebut.

Seperti munculnya pengaduan dari masyarakat kebun Sumber
Wadung kec Silo yang menyampaikan pengaduan dan laporan  ke Polres atas penyimpangan penjualan kayu yang diduga dilakukan oleh Dirut Ir. Haryanto. Atas aduan dan laporan  masyarakat ini, pihak Polres Jember menindak lanjuti dengan pemanggilan untuk melakukan pemeriksaan  terhadap Ir Hariyanto pada bulan Desember lalu.

Dari gambaran kondisi perusahaan PDP Kahyangan,  sangat jelas perusaan milik Pemkab ini memiiki potensi besar karena memiliki aset sekitar 2.400 karyawan dan aset 4.000 hektar tanaman perkebunan berbagai komuditi.

Namun sekaligus memiliki potensi terjadinya praktik-praktik permainan dan penyimpangan yang mengakibatkan terjadinya divisit perusahaan merugi terus menerus seperti yang terjadi beberapa tahun terakhir ini.

Sudah menjadi rahasia publik bagi perusahaan plat merah, apakah BUMD, BUMN, yang mengalami divisit hingga nyaris bangkrut, namun ironisnya para pimpinan di tingkat direksi dan manajer, justru berpesta pora dan hidup kemewahan karena prilaku korup dengan berlomba saling menggerogoti perusahaan.

Belum lagi perusahaan plat merah tersebut sering menjadi sapi perahan para pejabat birokrasi dan politisi. Selain pihak direksi memang salah urus perusahaan. Prilaku direksi juga tidak memiliki komitmen dan integritas, profesionalitas untuk membesarkan kooporasi.

Malahan sebaliknya untuk mempertahankan posisi dan jabatannya tidak segan-segan melakukan praktik sogok sana sogok sini, suap sana suap sini, yang penting memiliki dan bertahan di posisi jabatan direksi, utamanya sebagai Dirut. Oleh karena itu, tidak heran dan terjawab sudah mengapa posisi Dirut PDP, saat ini tetap menarik menjadi ajang rebutan, meski kondisi.perusaha divisit dan merugi terus nyaris bangkrut. “Kata mereka, mau bangkrut ya bangkrut saja, emang gue pikirin, Egp….”, Itu slogan  pejabat korup, yang penting dirinya untung.

Dirut PDP Kahyangan Ir. Haryanto, yang berusaha dua kali dikonfirmasi Viralkata.com untuk meminta penjelasan terkait SK Pengangkatan, belum bersedia memberikan waktu alasan masih sibuk kegiatan pergi ke kebun. “Maaf hari ini saya ada kunjungan ke kebun”, jawabnya melalui WA.

Selasa hari ini (8/3/2021) saat dihubungi Viralkata.com juga memberikan jawaban senada. “Saya ngikuti kunjungan Tim TMMD dan Wabup ke kebun Sumberwadung Silo”, kilahnya.

Lantas bagaimana dengan slogan bupati Jember H Hendy Siswanto, wis wayahe benahi Jember? Apa yang harus dilakukan untuk membenahi perusahaan daerah PDP Kahyangan yang carut marut dan amburadul?

Bupati H. Hendy Siswanto kepada Viralkata.com, kemarin, menyatakan terkait dengan pengangkatan Ir. Haryanto sebagai Dirut memang sudah mendapatkan laporan. “Memang mendapat SK dari Plh bupati”, ujar H. Hendy Siswanto.

Namun pihaknya, H Hendy selaku bupati Jember belum bisa memberikan penjelasan rinci mengenai keberadaan PDP Kahyangan dan status Ir. Haryanto sebagai Dirut. “Nanti saya akan bicarakan dengan teman-teman”, kilahnya.

Beberapa pihak, memberikan masukan terkait PDP Kahyangan.

Barangkali perlu dibentuk tim independen  untuk melakukan inventarisasi segala problem perusahaan sekaligus perlu adanya  langkah audit investigasi.

Seorang bupati H. Hendy Siswanto, saat ini.menjadi harapan masyarakat Jember untuk melakukan langkah-langkah kongkrit punya keberanian dan ketegasan melakukan tindakan nyata secara cepat sesuai semangat akselerasi.

Misalnya perlu secepatnya melakukan restrukturisasi PDP Kahyangan secara total. Merombak jajaran direksi dan pimpinan, tingkat manajer, Kabag. Membuang orang-orang yang menjadikan sumber kekacauan manajemen di semua tingkatan.

Kalau tidak mau repot dan ribet, bupati.H Hendy dapat mengambil solusi berupa kebijakan menggandeng pihak  ketiga untuk melakukan kerjasama pengelolaan perusahaan PDP. Misalnya kerjasama kontrak jasa upah pungut sadap pohon karet dengan pihak ketiga. Mengurangi jumlah karyawan yang kurang produktif.

Sebagai perusahaan BUMD milik Pemkab Jember, seberapa besar memberikan kontribusi pemasukan kas daerah dalam PAD? Faktanya justru  sebaliknya, muncul anggaran APBD dalam jumlah puluhan miliar dalam bentuk tambahan modal ke PDP Kahyangan. Justru PDP menggerogoti dana APBD secara mubazir tidak memberikan kontribusi ke kas daerah.

Apakah kondisi seperti ini akan berkelanjutan secara terus menerus? Akan terus terjadi, bisa lebih parah lagi bila jajaran direksi dikendalikan oleh orang-orang yang tidak memiliki komitmen membangun PDP Kahyangan sebagai sebuah koorporasi yang sehat dan menguntungkan.  Baik kepada Pemkab Jember sebagai pemilik saham perusahaan BUMD maupun memberikan.kesejahteran kepada sedikitnya 2.400 karyawan yang menggantungkan nasipnya kepada perusahaan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close