FOTOHEADLINENASIONALPOLITIK

Pakar Politik: Oposisi Kehilangan Akal Sehat Hadapi Jokowi

JAKARTA, ViralKata.com – Drama penolakan Sandiaga Uno saat kampanye di Kota Pinang, Sumatera Utara, disebut perwujudan oposisi yang kewalahan menghadapi petahana. Betapa tidak, kampanye yang oleh banyak pihak disebut playing victim itu tak lebih dari strategi meningkatkan publisitas pasangan kompetitor calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo dan Ma’ruf Amin.

Pakar Komunikasi Politik Lely Arrianie menilai oposisi kehilangan orientasi untuk menonjolkan sisi program, kandidat, dan ideologi saat kampanye. Saat ketiga hal itu tak mampu lagi ditunjukan, yang dimunculkan kemudian adalah panggung sinetron”

“Apa yang ingin mereka sampaikan sudah dilakukan oleh lawan sehingga mereka kehilangan akal, kehilangan nalar saat mencoba mengakomodasi apa yang harus ditampilkan ke publik,” lontar Lely di Jakarta, Sabtu (15/12).

Lely mengatakan esensi kampanye adalah penyampaian pesan. Persoalannya setiap pesan yang ingin disampaikan ke publik harus fleksibel, supel, dan marketable. Oposisi disebut tidak memiliki kemampuan itu lantaran posisi petahana yang cukup kuat.

Di sisi lain, kampanye merupakan momen untuk menunjukkan kekuatan pengaruh, pengenalan diri, dan ajang program. Persoalannya program-program yang ingin dilakukan oposisi mayoritas telah diselesaikan oleh kubu petahana. “Jadi kreatifitasnya mentok di sana,” ungkapnya.

Menurut Lely tak sulit mengembalikan substansi kampanye alih-alih mempergelarkan sinetron. Tim pemenangan termasuk kandidat hanya perlu merancang beragam argumen politik untuk menawarkan program yang tidak hanya menarik namun juga menjanjikan dari sisi kemasan.

Terpenting lainnya, tambah dia, tidak mengumbar janji berlebihan apalagi tidak masuk akal seperti soal utang atau segala sesuatu yang dilihat masyarakat tidak realistis. Terakhir, penyampaian pesan perlu dibarengi empati kandidat kepada konstituennya sehingga dalam perjalanannya tidak lebay.

“Empati yang lebay misalnya merasa dizalimi, terzalimi, untuk memantik emosi publik itu pola yang tidak efektif ke depannya. Rakyat sudah belajar,” jelasnya seperti dilansir laman Metrotvnews.com. (R3)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close