BISNISEKONOMIHEADLINENASIONALNEWS

Menjadi Pengusaha Sukses, Mendorong Berwirausaha Sejak Mahasiswa

Catatan Prof. Dr. ZARAH PUSPITANINGTYAS- Guru Besar Akuntansi Fisip Universitas Jember.



Siapakah kini menjadi pengusaha sukses yang sejak mahasiswa sudah berwirusaha? Sebetulnya banyak nama-nama pengusaha sukses yang memulai berwirausaha sejak mahasiswa. Ada dua contoh nama lulusan Universitas Jember yang kini terbilang sukses menjadi pengusaha. Ada nama Kholid Ashari S.E, M.M, pemilik usaha Senyum Media Group. Satunya lagi ada nama Ir Yahya Taufik, pengusaha konglomerat pabrik pupuk PT. Saraswanti Group

KHOLID ASHARI S.E, M.M

Kholid Ashari, kelahiran Pemalang 16 Januari 1967 kini sukses bidang usaha ATK ( Alat Tulis Kantor ) di Jember yang dirintisnya sejak masih kuliah. Masuk jurusan Managemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember angkatan tahun 1986 dan lulus tahun1992, sudah menyelesaikan tugas akhir program Pasca Sarjana S2 sebagai Magister Manajemen di kampus yang sama. Kholid merintis usaha dari nol sebagai loper koran/majalah hingga kini dia memiliki bisnis paling besar di bidang ATK, komputer, dan pengadaan barang di Area Jember dan sekitarnya. Sejak awal Kholid sudah mengibarkan bendera usahanya bernama Senyum Media yang memiliki kantor pusat di Jl. Kalimantan Kawasan Kampus Unej Tegalboto.

Ke Jember hanya bermodal nekad untuk bisa kuliah di Unej mengingat tidak ada satu orangpun di Jawa Timur yang dikenal. Tak heran awal-awal kuliah hanya disibukkan bukan belajar tapi cari uang untuk biaya kuliah maupun biaya hidup di Jember yang jauh dari keluarganya di Pemalang Jateng. Segera setelah ujian akhir semester ( UAS ) semester 2 dengan bekal modal Rp. 100.000,- saat itu, dan bantuan salah satu agen koran dan majalah di Pasar Tanjung, seorang Kholid membuka kios koran dan majalah di depan SMA Muhammadiyah 3 ( dulu Universitas Muhammadiyah ) di Jalan Mastrip. Dengan kios koran dan majalah serta sekaligus menjadi loper untuk antar majalah ke pelanggan-pelanggan itulah persoalan ekonomi sudah bisa teratasi.


.Dengan kegigihannya sebelum lulus kuliah sudah pindah lokasi dari Pedagang Kaki Lima di Jalan Mastrip, menjadi Toko Senyum Media yang mengontrak tempatnya di Jalan Kalimantan ( sebelah Koperasi Universitas Jember ) dengan menambah usaha alat-alat tulis. Bisnis alat tulis berkembang cukup pesat sehingga meninggalkan porsi keagenan koran dan majalah dari tahun ke tahun. Pada tahun 1999 untuk kali pertama mendapat proyek ratusan juta dari Universitas Jember untuk pekerjaan ATK dan proyek-proyek lain dari berbagai institusi semakin mengibarkan nama Senyum Media. Dimulai tahun 2006 Senyum Media sudah memiliki aset gedung milik sendiri yang representatif dan besar di Jalan Kalimantan, kemudian tahun 2010 menambah lagi Gedung Rindang Khatulistiwa, tahun 2014 Gedung Senyum Media Bondowoso dan Plasa Senyum Media tahun 2016 di Jl. Trunojoyo, tapi kemudian dilepas ke pihak lain. Namun saat ini sedang membangun plasa di tempat lamnya toko Rindang Katulistiwa dibangun plasa menjadi tiga lantai.

IR. YAHYA TAUFIK


Ir. Yahya Taufik, masa kecil hidup di Besuki Sitobondo, bersama kedua orang tuanya mengelola sebuah toko. Sejak kecil sudah ikut berdagang bahkan menjalankan bisnis hingga akhirnya masuk kuliah Faperta Unej angkatan tahun 1983.
Saat menjalani kuliah di Faperta, dia masih terus berbisnis, sampai akhirnya lulus menjadi sarjana pertanian. Saat ini dekenal sebagai salah satu pemilik sebuah holding perusahaan Saraswanti Group yang bergerak di bidang produksi pupuk, perkebunan bahkan kini merambah ke bisnis properti. Tidak main-main, di bawah kepemimpinannya, Saraswanti Group berkembang pesat hingga kini memiliki asset sebesar 4,2 trilyun rupiah lebih.

“Saya sudah mulai berbisnis sejak duduk di bangku SMP. Saat itu setiap bulan Agustus, saya menawarkan seragam Hansip kepada Pak Camat. Kebetulan orang tua saya punya toko,” tutur Yahya. Lingkungan keluarga yang mendukung tumbuhnya jiwa wirausaha, diakui oleh Yahya Taufik berpengaruh terhadap pilihannya menjadi pengusaha. Bahkan saat dirinya duduk di semester enam di Fakultas Pertanian, Yahya Taufik menjadi penyuplai bahan material dan bahan bangunan bagi pembangunan kampus Politeknik Negeri Jember. Padahal saat itu dirinya sibuk kuliah, bahkan menjadi asisten dosen untuk mata kuliah Fisika Dasar. “Kalau sudah hari Sabtu harus putar otak mencari cara membayar material, bahan bangunan dan tukang. Tetapi justru tantangan ini menuntut kita untuk menjadi orang yang kreatif, dan kreativitas ini adalah modal menjadi pengusaha,” tambahnya.

Ir Yahya Taufik adalah salah satu pendiri dan pemilik Saraswanti Group atau dikenal sebagai Kelompok Usaha Saraswanti. Awalnya bermula dari industri pupuk yang dirintis di Sidoarjo oleh PT. Saraswanti Anugerah Makmur pada tanggal 18 Junin 1998. Sejalan dengan semakin besarnya usaha di sektor agribisnis ini, pendirian perusahaan pupuk baru, penambahan unit produksi serta perluasan cabang pemasaran, semakin menguatkan PT. Saraswanti Anugerah Makmur. Saat ini, perusahaan holding Saraswanti sudah menjadi perusahaan besar yang memiliki aset triliunan rupiah, terus melakukan ekspansi dalam banyak bidang, tidak terbatas pabrik pupuk, tapi juga merambah perusahaan perkebunan, perusahaan laboratorium, properti perumahan dan hotel.
Perusahaan dalam bidang industri pupuk ternyata menjadi awal sekaligus core business dari Kelompok Usaha Saraswanti saat ini. Kondisi ini mendorong manajemen tergerak melakukan perluasan usaha di sektor lain. Mulai dari pengembangan bisnis di sektor perkebunan, laboratorium, properti, serta beberapa unit usaha lainnya. Saat ini, Kelompok Usaha Saraswanti telah memiliki 24 anak perusahaan yang terbagi dalam lima divisi usaha.

Divisi Pupuk terdiri atas PT. Saraswanti Anugerah Makmur yang memproduksi pupuk NPK Briket. PT. Dupan Anugerah Lestari, PT. Anugerah Pupuk Makmur dan PT. Anugerah Pupuk Lestari memproduksi pupuk NPK Granul. PT. Anugerah Dolomit Lestari yang memproduksi pupuk Dolomite. Serta PT. Arya Supra Nugraha yang merupakan perusahaan trading membantu pemasaran produk Divisi Pupuk Kelompok Usaha Saraswanti.
Divisi Perkebunan terdiri atas beberapa perkebunan yang mengelola perkebunan Kelapa Sawit beserta pabrik pengolahannya, yaitu PT. Saraswanti Sawit Makmur, PT. Meta Agro Lestari, PT. Keza Lintas Buana, PT. Saraswanti Agro Estate. PT. Sumber Sari Petung yang mengelola aneka perkebunan di Kediri. Selain itu juga ada PT. Anugerah Anggrek Nusantara dan PT. Saraswanti Jaya Prima yang mengelola sebuah wisata agro yang berbasis perkebunan anggrek.

Divisi Laboratorium adalah divisi ketiga yang terdiri atas PT. Saraswanti Indo Genetech, yang bergerak di bidang laboratorium uji keamanan pangan, uji farmasi, suplemen, kosmetik dan obat-obatan serta uji GMO dan deteksi DNA babi dalam rangka mendukung Sertifikasi Halal. PT. Anugrah Analisis Sempurna bergerak di bidang laboratorium uji lingkungan, biomonitoring, higiene industri (IH), keamanan pangan dan farmasi, proses validasi R&D, residu dan formulasi pestisida, minyak pelumas dan BBM, serta laboratorium kalibrasi. PT. Anugerah Global Superintending begerak di bidang inspeksi (ISO 17020), konsultan NFPA dan audit energi (ISO 50001), Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro, ISO 17021) Lembaga Sertifikasi Sistem Manajemen (LSSM, ISO 17021) Lembaga Sertifikasi Usaha Pariwisata (LSUP, ISO 17021). PT. Anugerah Sarana Hayati yang bergerak di bidang produksi Feromonas (sintesa feromon agregat sebagai alat kendali populasi dan perangkap massal kumbang tanduk) Oricmas dan Kairomix
MELAHIRKAN WIRAUSAHAWAN

Perguruan tinggi dipandang sebagai pihak yang bertanggungjawab untuk melahirkan wirausahawan-wirausahawan muda yang berani memilih berwirausaha sebagai pilihan karir. Namun, sistem pembelajaran Pendidikan Tinggi di Indonesia cenderung menghasilkan lulusan sebagai pencari kerja (job seeker) dari pada pencipta lapangan pekerjaan (job creator). Hal tersebut menyebabkan angka pengangguran semakin meningkat, dimana daya serap lapangan kerja tidak sebanding dengan jumlah pencari kerja.
Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk menggeliatkan intensi berwirausaha di kalangan muda, sehingga ada optimisme akan bermunculan bidang usaha industri kreatif dari usahawan-usahawan muda. Pertanyaannya adalah bagaimana cara menumbuhkan kreativitas dan mengeksploitasi daya kreatif generasi muda untuk menghasilkan daya cipta serta menciptakan lapangan pekerjaan?
Berdasarkan pertanyaan tersebut, penulis melakukan penelitian yang bertujuan untuk mngetahui dan menganalisis faktor pendorong intensi berwirausaha bagi mahasiswa. Hasil analisis diharapkan memberikan wawasan yang dapat mendorong lahirnya wirausahawan-wirausahawan muda, sebab mahasiswa dengan intensi berwirausaha yang tinggi maka cenderung akan memulai sebuah bisnis di masa depan.
Intensi berwirausaha merupakan niat atau kebulatan tekad individu untuk menjadi wirausahawan. Sebelum memulai berwirausaha, dibutuhkan suatu komitmen dalam diri individu. Komitmen tersebut direpresentasikan dalam intensi berwirausaha, bahwa ada niat untuk melakukan tindakan kewirausahaan yang direncanakan. Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi intensi berwirausaha, diantaranya efikasi diri dan tingkat pengetahuan.

Efikasi diri merupakan keyakinan pada kemampuan diri sendiri yang timbul dari pengalaman individu dan membentuk pola perilaku yang konsisten. Berdasarkan hasil analisis terbukti bahwa tingginya efikasi diri mendorong keinginan mahasiswa untuk berwirausaha, terutama didorong oleh kepercayaan diri yang tinggi. Kepercayaan diri yang tinggi akan memperkuat keyakinan individu untuk mampu berperilaku atau bertindak tertentu sesuai dengan yang dikehendaki. Bahwa, ketika individu memiliki keyakinan diri yang kuat maka ia akan memiliki kemampuan untuk mewujudkan apa yang perlu dilakukan.
Tiap individu memiliki tingkat efikasi diri yang berbeda, hal tersebut akan mampu mempengaruhi tingkat keyakinan individu atas kemampuannya untuk melakukan sesuatu hal, menyelesaikan tugasnya, mencapai tujuannya, serta menemukan solusi atas hambatan-hambatan yang dihadapinya. Individu dengan tingkat efikasi yang tinggi, maka ia akan selalu yakin dengan kemampuan atau kompetensi yang dimilikinya untuk melakukan sesuatu sesuai dengan yang diinginkan. Sebaliknya, individu dengan tingkat efikasi yang rendah, maka ia cenderung akan ragu-ragu dalam melakukan sesuatu hal, sehingga cenderung tidak mampu mencapai tujuannya. Sebab, efikasi diri sangat mempengaruhi motivasi individu untuk mengembangkan potensi diri dan kompetensi yang dimilikinya.

Faktor yang kedua adalah tingkat pengetahuan. Pengetahuan merupakan sesuatu yang diketahui individu dan diperoleh melalui pengamatan akal. Oleh karenanya, tingkat pengetahuan yang dimiliki individu diprediksi dapat mempengaruhi keyakinannya untuk berperilaku sesuai dengan keyakinan tersebut. Tulisan ini memfokuskan pada tingkat pengetahuan manajemen keuangan bisnis dalam rangka melihat pengaruhnya terhadap intensi berwirausaha mahasiswa. Asumsi yang mendasari, pembelajaran matakuliah manajemen keuangan bisnis erat kaitannya dengan pemahaman individu untuk mampu mengelola keuangan usaha secara baik.
Namun, berdasarkan hasil analisis tidak terbukti tingkat pengetahuan manajemen keuangan bisnis mendorong intensi berwirausaha. Pengetahuan merupakan suatu informasi yang diketahui secara sadar oleh individu sebagai hasil dari pengamatan akal. Pada umumnya, pengetahuan sebagai hasil kombinasi pengamatan dan pemahaman akan melekat pada benak individu dan mampu mendorong individu tersebut untuk melakukan suatu tindakan yang diinginkan.

Berdasarkan pengetahuan yang dimilikinya, individu cenderung memiliki kemampuan prediktif untuk mengarahkan tindakannya. Namun, hasil studi mengindikasikan bahwa pengetahuan manajemen keuangan bisnis tidak mampu mempengaruhi kesungguhan niat individu untuk berwirausaha. Dengan demikian, tinggi rendahnya tingkat pengetahuan manajemen keuangan bisnis tidak mempengaruhi tingkat intensi berwirausaha mahasiswa. Artinya, bahwa pengetahuan manajamen keuangan bisnis yang diperoleh mahasiswa tidak mampu mempengaruhi mahasiswa untuk memilih karir sebagai wirausahawan, juga tidak mampu mendorong mahasiswa memiliki perencanaan untuk memulai usaha.

Mengapa? Kita perlu mengevaluasi proses transfer knowledge-nya. Apakah transfer knowledge-nya telah mendukung proses pembelajaran yang mampu memotivasi mahasiswa untuk berwirausaha? Hal tersebut menjadi penting sebagai upaya untuk menumbuhkan intensi berwirausaha di kalangan mahasiswa. Selain itu, perlu dirumuskan capaian pembelajaran matakuliah manajemen keuangan bisnis yang mencakup keterampilan profesional, antara lain: berkaitan dengan pengetahuan dan pemahaman di bidang pengelolaan keuangan usaha, serta perencanaan bisnis. Selain itu, dalam pelaksanaan proses pembelajaran ada kegiatan praktik sebagai upaya untuk memotivasi kreativitas berwirausaha, antara lain: berkaitan dengan bagaimana menyusun perencanaan bisnis, bagaimana proses mengenali peluang bisnis, bagaimana memulai bisnis, dan bagaimana mengelola keuangan usaha. Diharapkan proses pembelajaran tersebut akan memotivasi perspektif realistis tentang apa yang dibutuhkan oleh mahasiswa untuk berwirausaha.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close