HEADLINENASIONALNEWS

Relawan Bupati H Hendy Kecewa Kapok Habis, Wartawan Jadi Oposisi.


JEMBER-VIRALKATA.COM:
Ada sederet kelompok ralawan pendukung Bupati H Hendy  Siswanto, menyatakan kapok menjadi relawan dan pendukung Tabiat H Hendy Siswanto saat ini sudah menjabat ibarat habis manis sepah  dibuang. Tiga-teganya H. Hendy Siswanto melupakan jasa-jasa relawan yang menjadi pendukungnya.

 

Sejumlah relawan pendukung pasangan Bupati Jember H. Hendy Siswanto dan Wakil Bupati KH. MB. Firjaun Barlaman, Minggu (9/1/2021) menggelar pertemuan yang diberi nama ‘Ngobar-Ngopi’ yang diambil dari akronim Ngopi Bareng – Ngolah Pikir. Acara digelar di salah satu Cafe di Jalan Cinderawasih Gebang Jember.

Menurut H. Imam Turyono, salah satu penggagas acara, pertemuan ini merupakan lanjutan dari komunikasi di group WhatsApp. Di mana ada beberapa relawan yang sudah ‘mulai goyang’ karena merasa tidak diperhatikan oleh Bupati yang didukungnya.

Imam mengatakan, saat ini dirinya secara pribadi mengakui kurangnya perhatian Bupati terhadap relawannya. Namun meski demikian, pihaknya masih memakluminya, karena Bupati Jember saat ini masih belum genap 1 tahun menjabat.

Prasetyo dari relawan Merah Putih  memgungkapkan  dirinya merasa jika Bupati Jember saat ini seperti tidak percaya terhadap pendukungnya. Sehingga pendukungnya mau bertemu saja susah, dan dirinya merasa tidak yakin relawan yang mendukung pasangan Bupati Hendy dan Gus Firjaun ini mau mendukung lagi pada periode berikutnya. Alias sudah kapok!

Kalau pola komunikasi Bupati dengan pendukungnya seperti sekarang terus berlangsung, saya yakin para relawan tidak akan mendukung Bupati untuk kedua kalinya, karena kita semua merasakan, sulitnya komunikasi dengan Bupati, padahal dulu saat kampanye sudah menyampaikan kalau akan menggandeng seluruh relawannya dalam memajukan Jember,” pungkas Prasetyo

Bukan hanya para relawan saja yang siap tidak mendukung bupati H Hendy Siswanto, tapi juga para wartawan dan media yang bertugas di Jember banyak yang siap menjad oposan atau perlawanan terhadap kegiatan bupati Hendy Siswanto. Hal ini karena janji bupati yang sejak awal menjabat menyatakan akan merangkul semua kelompok wartawan/media, tapi ternyata kenyataannya saat ini bohong.

 

Banyak wartawan yang menyatakan kekecewaannya karena bupati bukan merangkul semua kelompok wartawan/media untuk bersama-sama membangun Jember, tapi melalui kepala Dinas Infokom Pemkab Jember, Bobby Arie Sandi, hanya sebagian wartawan/media yang diajak kerjasama pemberitaan  dalam bentuk MoU.

“Jelas ini bentuk dan sikap prilaku diskriminatif dari bupati H. Hendy melalui Dinas Kominto”, ungkap wartawan Modus Investigasi Shalman, juga dibenarkan wartawan lainnya seperti Badri, Pujianto, Nurul, Holil, SA Ghani, Suyono HS, Aryudi, Irfak dan teman-teman wartawan lainnya di Jember  pada Selasa (8/2/2022)

Oleh karena itu, para wartawan/media jangan disalahkan bila nantinya mereka memunculkan berita-berita yang kontra produktif, bahkan cenderung menghantam bupati H Hendy Siswanto.

Sebeulnya para relawan pendukung bupati  H Hendy Siswanto, jauh sebelumnya sudah diingatkan oleh sekelompok mantan pendukung.

Ada  Sekitar ratusan orang yang mengaku pendukung Bupati Jember Hendy Siswanto saat Pilkada 2020 lalu, berunjuk rasa di depan Pendapa Wahyawibawagraha.

Mereka kecewa dengan kebijakan Hendy yang dinilai tidak sesuai dengan janji semasa kampanye.
Massa aksi mengaku dari beberapa elemen pendukung Bupati Hendy saat kampanye lalu. Diantaranya, RMJ (Relawan Militan Jember), RJM (Relawan Jumadi Made) dan AKJ (Anti Kesultanan Jompi).

Adanya dugaan beberapa kebijakan Bupati selama ini yang dinilai mencederai demokrasi dan melukai hati rakyat.

“Bupati Jember Haji Hendy Siswanto telah mengingkari janji-janjinya saat kampanye, di antaranya Pendopo yang katanya terbuka 24 jam untuk rakyat, nyatanya hanya janji-janji belaka,” kata Korlap Aksi Jumadi Made, Jumat Detik.com (1/10/2021).

Sedangian relawan Imam mengatakan, saat ini dirinya secara pribadi mengakui kurangnya perhatian Bupati terhadap relawannya.

Hal senada disampaikan oleh Prasetyo dari relawan Merah Putih. Dirinya merasa jika Bupati Jember saat ini seperti tidak percaya terhadap pendukungnya. Sehingga pendukungnya mau bertemu saja susah, dan dirinya merasa tidak yakin relawan yang mendukung pasangan Bupati Hendy dan Gus Firjaun ini mau mendukung lagi pada periode berikutnya.

“Kalau pola komunikasi Bupati dengan pendukungnya seperti sekarang terus berlangsung, saya yakin para relawan tidak akan mendukung Bupati untuk kedua kalinya, karena kita semua merasakan, sulitnya komunikasi dengan Bupati, padahal dulu saat kampanye sudah menyampaikan kalau akan menggandeng seluruh relawannya dalam memajukan Jember,” pungkas Prasetyo. (gih/Red)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close