BISNISHEADLINENASIONALNEWS

Kunjungan Bupati Ke Pabrik Semen Puger, Bos Pabrik Usir Wartawan.

 

Jember, Viralkata.com: Sikap kurang simpatik dan kurang bersahabat  seringkali terjadi terhadap wartawan/media yang melakukan liputan kegiatan di pabrik Semen Puger PT. Imasco Asiatik.

Pernah terjadi  saat kunjungan Komisi A DPRD Jember bersama PT. Jamsostek, Dinas Tenaga Kerja  , SPSI, beberapa waktu sebelumnya juga pihak manajemen melarang wartawan masuk pabrik mengikuti kunjungan tersebut. Padahal kunjungan DPRD Jember beserta tim yang memgikutinya adalah atas munculnya masalah karyawan pabrik uang dipecat sewenang-wenang oleh bos pabrik Semen Puger PT. Imasco.

 

 

Terjadi lagi hal serupa sikap tidak bersahabat managemen saat kunjungan bupati Jember H Hendy Siswanto beserta Forkopinda. Bos pabrik Semen PT. Imasco melalui karyawan dan Satpam, melarang waryawan ikut masuk dalam kunjungan bupati dan Forkopinda.

Bupati Jember Ir. Hendy Siswanto bersama jajaran Forkopimda mengunjungi pabrik semen PT. Semen Imasco Asiatic yang berlokasi di Kecamatan Puger, Rabu (08/09/2021).

Kunjungan Bupati dan Wabup Jember H Hendy Siswanto dan Gus Firjaun serta Forkompimda di  PT. Imasco Asiatic Puger, adalah memenuhi undangan menegemen PT imasco Asiatic Puger.

Namun disayangkan beberapa media yang meliput bupati dan wakil serta Forkompimda wartawan yang meliput dilarang masuk didalam pabrik semen, bahkan wartawan yang bertugas dan dilindungi oleh undang undang dibentak bentak bahkan, perlakuan tidak menyenangkan dan di intimidasi oleh pihak penjaga PT imasco Asiatic Puger.

 

Hal ini terjadi saat jurnalis media online melakukan peliputan dalam rangka kunjungan kerja Bupati Jember, di Imasco Puger Kabupaten Jember, Rabu (08/09/2021).

Perbuatan menghalang-halangi wartawan saat liputan yang dilakukan oknum satpam Imasco Puger Jember, tak berhenti disitu. Oknum Satpam membentak bentak, berteriak teriak dengan nada lantang mengusir wartawan serta tidak boleh mengambil gambar,foto,  vidio.

“Iya saya dihalangi-halangi, satpam Imasco Puger dan tdak boleh mengambil gambar foto dan  vidio”, ungkap Salman, salah seorang wartawan yang ikut meliput kunjungan bupati dan pejabat di lokasi pabrik, Rabu (8/9/2021)

Menurut wartawan yang lain, hal itu  jelas telah menghalang-halangi tugas pers sebagai wartawan untuk meliput kondisi di Imasco Puger dalam rangka Kungker Bupati Jember, yang terlihat sikap satpam yang tak beritika,” kata Jurnalis  saat bersitegang dengan oknum Satpam tersebut.

Menurut Salman dan kawan-kawan wartawan lainya bahwa oknum petugas satpam Imasco Puger Jember, telah melanggar UU Pers no 40 tahun 1999 tentang tugas pokok dan fungsi pers.

“Dalam UU nomor 40 tahun 1999, tentang Pers, bahwa bagi siapa saja yang melakukan kekerasan dan menghalangi wartawan dalam melaksanakan tugas peliputannya, maka pelaku tersebut dapat dikenakan hukuman selama 2 tahun penjara dan dikenakan denda paling banyak sebesar Rp 500 juta rupiah,”ujarnya.

Sementara Oknum Satpam Imasco Puger berinisial A saat ditanya soal menghalang-halangi  Wartawan tersebut menyatakan, bahwa dirinya menjalankan tugas managemenn, pihainya punya prosedur dan tidak boleh sembarang media harus ada izin dulu.

Menyikapi wartawan yang dihalangi-halangi oleh oknum satpam Imasco, Sekretaris Jurnalistik dan Komite Wartawan Jember, Tahrir,  menyayangkan atas kejadian tersebut.

“Seharusnya oknum satpam itu melayani sesuai dengan tupoksi nya bukan dengan cara menghalang-halangi wartawan yang sedang melakukan peliputan,” ucapnya Tahrir.

Lanjut Tahrir, Jelas jelas Satpam salah kalau  menghalangi wartawan, untuk Mengambil Gambar, foto dan video berlangsungnya kegiatan Bupati.

“Ini kan tugas jurnalistik, bukan mengorek keterangan pihak Imasco dan kita juga bukan kearah itu tetapi hanya meliput kegiatan Bupati Hal ini juga jelas sekali telah melanggar Undang-undang Pokok Pers no 40 Tahun 1999,” pungkasnya.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Jember Hendy melihat secara langsung proses produksi serta pemaparan dari general manajer pabrik semen berlogo singa merah tersebut.

Bupati Hendy menyampaikan, pabrik ini merupakan potensi untuk meningkatkan pendapat asli daerah (PAD). Pemkab Jember akan berkolaborasi dengan membantu mempromosikan produknya.

“Pertama kali kami melihat Imasco ini dari dekat, kita berharap bisa bekerjasama lebih dekat lagi tentang apa yang menjadi persoalan Imasco. Mereka sudah berinvestasi di Jember ini sebesar Rp. 4 triliun, ini adalah potensi milik kita semua, Imasco berdagang mendapatkan untung dan masyarakat Jember harus mendapatkan manfaatnya juga,” ungkap Bupati Hendy.

Dari penjelasan dari manajemen Imasco, Bupati Hendy menyampaikan bahwa pabrik ini mampu memproduksi semen 3 juta ton pertahun berdasarkan laporan bulan mei 2020.

“Untuk aspek investasi akan kami permudah lagi, harus memberikan dampak positif bagi masyarakat Jember,” pesannya. (gih)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close