HEADLINENASIONALNEWSPOLITIK

Ketua DPRD Jember Itqon Syauqi : Konflik Bupati Faida – DPRD , Merugikan Rakyat

Wawancara Khusus Bagian 4 (empat)

JEMBER-VIRALKATA.COM-Ketua DPRD Jember Itqon Syauqi, melihat berbagai persoalan yang muncul di permukaan antara lembaga legislasi DPRD dengan  lembaga eksekutif  bupati Faida, memiliki dampak yang luas. Secara internal munculnya konflik kedua belah pihak sangat berpengaruh terhadap kinerja DPRD. Secara eksternal harus menjawab berbagai persoalan yang terkait dengan Hak Interpelasi, Hak Menyatakan Pendapat hingga Pemakzulan bupati Faida. Belum lagi fakta politik tidak dapat disahkan Perda APBD tahun 2020, sangat berpengaruh terhadap program pembangunan di kabupaten Jember. Berikut ini hasil wawancara Singgih Sutoyo,  wartawan Majalah Viralkata.com dengan Itqon Syauqi menjawab pertanyaan tentang berbagai masalah Kabupaten  Jember di ruang kerjanya.

Sampai saat ini sampai tahapan mana, hak pengajuan pendapat itu dikirim ke MA ?

Ini mau dikirim ke MA karena kemarin ada beberapa dokumen yang perlu kami lengkapi, memang tidak ada batas waktu untuk mengirim berkas . Yang ada batas itu dipihak MA begitu berkas HMP diterima dan diregertrasi di MA, maka MA harus   sudah memutuskan paling lama 1 bulan.    Rencana dalam minggu ini dikirim.

 

Apakah DPRD pada periode yang lalu,   persoalan tentang munculnya konflik dengan eksekutif  bisa diselesaikan?

Saya tidak tahu, karena orang baru.

Pada saat periode yang sekarang ini, ada semacam tumpukan masalah   mulai dari interpelasi  sampai  Hak Menyampaikan Pendapat, kenapa dalam periode kurun waktu 1 tahun muncul  masalah masalah krusial?

Menurut saya karena keengganan bupati untuk  menindaklanjuti persoalan persolan itu. Contohnya,  yang terkait dengan interpelasi , wartawan ada yang tanya , apa hadir dalam sidang interpelasi  di DPRD, bupati jawab , gak penting!

Itu artinya sudah menciderai pilar demokrasi  yang berlaku dalam sistim pemerintahan.  Antar lembaga itu harusnya  saling menghargai. Secara perundangan bahwa DPRD  itu bukan bawahan bupati tapi sejajar. Pada saat sidang interpelasi bupati tidak datang, karena dianggap tidak penting.

Padahal yang terkait dengan interpelasi , hak menyatakan pendapat hak angket , semua itu sebetulanya persyaratannya sangat sulit, sangat jarang terjadi di pemerintahan kabupaten atau di kota yang lain. Sangat jarang meskipun ada. Tidak pernah ada yang namanya hak angket dan hak interpelasi dan hak menyatakan pendapat disepakati seluruh anggota DPRD . disetujui seluruh fraksi , hanya di kabupaten Jember ini yang terjadi.

Akhirnya muncul pertanyaan ada apa sebenarnya . makanya sangat logis kalau disimpulkan ternyata karena komunikasi yang sangat buruk antara DPRD  dan bupati.

Secara fisik jarak kantor  antara DPRD dan bupati sangat dekat , kenapa sulit dilakukan perbaikan komunikasi  oleh para pihak?

Kami dari DPRD sudah sering berkirim surat kepada bupati minta untuk menindakllanjuti  terhadap berbagai pesoalan persoalan tapi tidak ada tindaklanjut .

Dan ini diperparah lagi , kalau kami memanggil OPD sering kali dipersulit oleh bupati. OPDnya dilarang hadir oleh bupati ke DPRD.

Saya sudah melihat bahwa semua ini artinya bupati  anti pengawasan ,  tidak mau diawasi oleh pihak manapun. Padahal pengawasan itu melekat pada atributit  DPRD.

Bayangkan  bila pemerintah tanpa pengawasan yang terkait pengolahan keuangan negara dan jalannya pemerintahan apa yang terjadi.  Akhirnya terbukti Jember misalnya tahun  2019 tidak mendapatkan kuota CPNS, 700 pejabat tidak naik pangkat , itu hanya beberapa contoh. Semunaya  menunjukan tata pemerintahan yang tidak bagus dan bermasalah. Sebetulnya kami sudah melakukan konsultasi dengan pihak vertikal dalam ini gubernur tetapi tetap saja tidak ada perubahan dari pihak eksekutif.

Apa dampak yang ditimbulkan adanya ketidak harmonisan antara DPRD dengan eksekutif ?

Yang jelas berdampaknya merugikan rakyat. Misalnya ketidak adanya   Perda APBD , itu sangat merugikan rakyat  Jember karena belanja pemerintah daerah menjadi sangat terbatas .

Padah saat kabupaten atau kota yang lain saling bahu membahu, tapi sebaliknya Jember tidak bisa melakukan apa apa .(Bersambung)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close