FOTOHEADLINETRAVEL

Bromo Erupsi Tak Menyurutkan Wisatawan Datang

PROBOLINGGO, VIralKata.com – Destinasi wisata alam Gunung Bromo kini sedang erupsi, menggeliat, ditandai keluarnya asap abu-abu bercampur suara gemuruh kadang bergaung disertai material abu vulkanik setinggi 600 meter dari puncak kawah. Kondisi ini terjadi sejak Ahad (17/02). Namun, “batuk” gunung berapi purba itu tak menyurutkan minat wisatawan untuk datang berkunjung.

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) mencatat, pada Rabu (20/02/2019) tercatat ada 408 wisatawan nusantara (wisnus) dan 23 wisatawan mancanegara (wisman) berkunjung. Jumlah pelancong di Gunung Bromo itu tak jauh berbeda dengan sehari sebelumnya.

“Masih banyak kemarin, tapi hanya selisih empat orang saja. Ini menunjukkan situasi tetap kondusif, dan wisatawan tetap datang untuk melihat obyek wisata yang penuh pesona,” kata Humas BB TNBTS, Ponco Supriyandogo di Malang.

Sebelumnya, Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Gunung Bromo mencatat ada erupsi pada Senin dan Selasa lalu. Selama dua hari itu, kolom kawah mengeluarkan asap kecokelatan disertai material abu setinggi 600 meter. Terekam intensitas tremos tipis 0,5–1 milimeter.

Status gunung suci bagi masyarakat Suku Tengger itu juga tak berubah, tetap pada level waspada. Sesuai rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), zona aman dari kawah ada dalam radius 1 kilometer. “Pengunjung harus selalu mematuhi aturan itu, tak boleh mendekat ke kawah demi keselamatan,” ujar Ponco seperti dilansir Liputan6.com, Kamis (21/02/2019).

Status Siaga untuk Gunung Bromo terakhir terjadi pada medio Desember 2015 hingga Juli 2016. Erupsi saat itu ditandai dengan letusan sampai material abu vulkanik tinggi. Tapi statusnya kembali diturunkan ke level waspada sejak 20 Juli 2016 setelah erupsi surut.

Sejak erupsi terakhir itu pula aktivitas vulkanik di gunung berapi purba ini fluktuatif. Namun, gejala perubahan aktivitas mulai tampak pada Desember 2018 sampai Januari 2015. Saat itu sempat terjadi beberapa kali gempa vulkanik di dalam kawah. Tapi cirinya tetap sama, dari dalam kawah hanya mengeluarkan asap putih. Itu masih tanda normal.

Perubahan mulai terjadi dalam dua hari terakhir ini. Kawah mengeluarkan asap kecokelatan disertai material abu vulkanik setinggi 600 meter. Disertai intensitas tipis tremor 0,5 milimeter hingga 1 milimeter. Namun, puncak gunung masih tampak jelas dengan sesekali tertutup kabut.

Kendati demikian, warga sekitar kawasan ini tetap diperkenankan berlaku seperti biasa. Termasuk untuk kegiatan pariwisata. Hanya saja, harus mematuhi radius aman sejauh 1 kilometer dari kawah Bromo.

Pesona Gunung Bromo selalu mampu menarik ratusan ribu wisatawan tiap tahunnya. Pada 2017, tercatat ada 623.895 wisnus dan 23.568 wisman. Wisata Gunung Bromo ini menghasilkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) lebih dari Rp 21 miliar.

Tahun 2018, angka kunjungannya ada 828.247 wisnus dan 24.769 wisman. PNPB yang diterima lebih dari Rp 27 miliar. Fakta ini menegaskan gunung yang masuk wilayah Malang, Probolinggo, dan Lumajang ini menjadi salah satu tujuan favorit untuk berpelesir. (R3)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close